Demi Kejelasan Informasi Kapal Pelra di Pelabuhan Boom, Lemlit_MP Akan Ajukan Hearing ke DPRD

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Belum adanya kejelasan informasi mengenai keberadaan Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang mangkrak di Pelabuhan Boom Banyuwangi, membuat ketua Lemlit _MP (Lembaga Penelitiaan Merah Putih ) Banyuwangi, Endras Puji Yuwono, angkat biacara.

Menurutnya, demi kejelasan informasi terkait keberadaan 8 unit kapal Pelra Banawa Nusantara itu, maka pihaknya akan mengajukan dengar pendapat (Hearing) Ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

“Informasi dari warga kapal itu kan sudah ada di Pelabuhan Boom Banyuwangi sekisar 2 tahunan. Tetapi hingga saat ini informasi-informasi mengenai kapal tersebut kan tidak jelas, sehingga untuk mendapatkan informasi yang sejelasnya maka kami akan mengirim surat ke Dewan setempat untuk dilakukan hearing,” ungkapnya, jumat (26/6/2020).

Hal ini, masih Endras panggilan akrabnya, diperlukan lantaran dalam kapal pelra tersebut tertulis Hibah Kemenhub (Kementrian Perhubungan) Kapal Pelra T.A (Tahun Anggaran) 2018-2019.

Sehingga sebagai masyarakat wajar jika ingin mendapatkan informasi secara jelas karena berkaitan dengan penggunaan anggaran negara.

“Kapal itu kan berada di Banyuwangi, jadi wajar jika kita ingin tau kapal itu milik siapa, untuk siapa dan apa alasannya ditempatkan di pelabuhan Boom Banyuwangi dengan waktu yang cukup lama, siapa yang merawat selama mangkrak di sana, hingga jika hibah apakah sudah ada pengurusan jadi aset milik siapa?,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Endras pun merasa aneh jika pihak Dinas Perhubungan (Dishub) yang memiliki kewenangan di kawasan di Pelabuhan Boom terkesan tutup mulut saat ada wartawan yang mencari informasi terkait keberadaan kapal Pelra tersebut.

“Ya aneh aja jika pihak yang memiliki kewenangan diwilayah sana tapi tidak mau memberikan penjelasan, padahal seharusnya setiap pejabat memahami jika negara kita ada UU KIP (Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik), itu demi berjalannya birokrasi yang transaparan,” katanya.

Endras pun berharap semoga melalui Hearing, dapat menghasilkan penjelasan secara rinci mengenai kapal Pelra tersebut.

“Semoga ini langkah terbaik untuk mendapatkan penjelasan yang sejelas-jelasnya dari pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi yang berada di Pelabuhan Boom Banyuwangi,” pungkasnya.

Sayangnya, hingga berita ini ditanyangkan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono dan Hari Yulianto, ST, M.Si, selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi yang berada di Pelabuhan Boom Banyuwangi belum memberikan tanggapan atas wawancara yang diajukan analisapublik.com melalui pesan Whatshapp.

(Pewarta : Budi Rosiono)


Loading...

Pos terkait

Loading...