Laporan Keuangan dan Aset Milik Pemkab Biak Numfor Mulai Diperiksa BPK RI Perwakilan Papua

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Papua selama 25 hari melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan dan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor.

Diungkapkan Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap, S. Si. M. Pd, Senin (20/7/2020), bahwa pemeriksaan laporan keuangan milik Pemkab Biak tersebut masih pemeriksaan tahap awal. Dan dilakukan kurang lebih selaha 25 hari.

“Kurang lebih selama 25 hari BPK RI perwakilan Provinsi Papua melakukan pemeriksaan, baik dalam tata kelola keuangan, tetapi juga aset,” ungkapnya.

Menurut bupati, pemeriksaan laporan keuangan dan aset oleh BPK dilakukan diseluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), distrik, kelurahan, Puskesmas, dan seluruh satuan pendidikan dilingkup Pemkab Biak.

“Pemeriksaan juga dilakukan pada Sekretariat Daerah dalam pemeriksaan penggunaan anggaran oleh bupati dan sekretaris daerah (Sekda). Begitu pula pemeriksaan di sekretariat dewan dan 25 anggota DPRD dalam berkas pertanggungjawaban penggunaan Anggaran Tahun 2019,” tuturnya.

Bupati Herry Naap, menjelaskan, dalam penggunaan dana APBD Tahun 2020 pada triwulan pertama, yakni per-Januari hingga 30 Juni 2020-pun diperiksa. BPK tidak hanya melakukan pemeriksaan dokumen tetapi juga melakukan uji petik.

“Contohnya BPK langsung turun ke Distrik Aimando Padaido tetapi juga ke pulau Numfor bahkan beberapa wilayah di barat, utara, timur dan selatan, untuk melakukan pemeriksaan langsung dilapangan, baik fisik maupun nonfisik,” jelasnya.

Bupati mengatakan, dalam pemeriksaan BPK, ada beberapa catatan walaupun belum final dalam keputusan hasil pemeriksaan, yakni kelengkapan dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas, juga beberapa kegiatan dan administrasi menyangkut surat keputusan (SK) bupati terhadap bantuan – bantuan di OPD.

“saya berikan contoh, di Dinas Perikanan dalam pembagian motor tempel dan fiber ataupun jaring dan cool box, itu harus berdasarkan surat keputusan Bupat, sehingga tidak serta merta langsung dibagi kepada masyarakat. Begitu pula di Dinas Pertanian apabila dalam pembaçian bibit tanaman ataupun pupuk, harus daftar nama penerima disusun dan di SK-kan langsung oleh Bupati sehingga tidak ada lagi SK dari kepala dinas tetapi tu harus merupakan SK Bupati,” tandasnya.

Bupati menambahkan, secara khusus penataan aset daerah seperti tanah, bangunan dan kendaraan operasional menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

“kami sampaikan bahwa, banyak ASN yang sudah pensiun, namun aset kendaraan operasional kita seperti, kendaraan roda dua, roda empat masih ada yang ditahan sehingga ini juga yang kami tegaskan di dalam hasil pertemuan kami dengan BPK tetapi juga dengan kepala OPD baik Inspektorat atau Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memerintahkan Satpol PP untuk melakukan penjemputan langsung di rumah atau ASN yang telah pensiun,” tegas bupati.

Sementara itu, Kepala BPKAD Biak Numfor, Lot Louis Yensenem menjelaskan, pelaporan keuangan mulai dari menerima, mencatat berada di maaing – masing OPD. Sehingga pelayanan keuangan fisik maupun nonfisik atau hibah kepada masyarakat atau ke lembaga non-pemerintah, tercatat. Oleh sebab itu, yang menerima harus memberikan laporan pertanggungjawaban sesuai dengan catatan penerimaan dan pembelanjaan.

” Ada beberapa temuan yang sudah akan ditindaklanjuti oleh Inspektorat. Dan kita diberikan ruang oleh BPK dalam kurun waktu dua minggu, untuk melengkapi dokumen yang sifatnya laporan pertanggungjawaban dalam bentuk fisik. kita juga untuk pengembalian uang negara kita diberikan waktu, untuk mengambalikannya dalam bentu cash yang disetor ke rekening daerah, Kalau sudah disetor kembali clear masalahnya. Maka itu tidak dijadikan temuan atau pengembalian pada waktu yang akan datang,” imbuhnya.

Ia menegaskan, untuk aset yang belum dikembalikan segera dikembalikan. Sehingga tidak akan menjadi masalah dikemudian hari. Jika tidak ada upaya pengembalian akan ditempuh dengan jalur hukum. (JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...