Akibat Faktor Ekonomi,Angkah perceraian meningkat

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM – LAMONGAN -“Nyaris Angkah Ribuan pasangan suami istri (pasutri) di kabupaten lamongan cerai sepanjang 2020. Dari jumlah itu, mayoritas perceraian terjadi atas gugatan istri”. (Analisapublik, Jumat 24/7/2020).

Panitra Muda Hukum PA Lamongan Mazir,  S. Ag.  M. Si.menambahkan, sebagian perkara yang masuk di tahun 2020 sudah diputus dan sebagian lainnya masih dalam proses. “Yang masih proses ini,” ucapnya.

Ketika ditanya Media Analisapublik.com mengenai penyebab bertambahnya angka perceraian di Lamogan,membeberkan beberapa faktor. Di antaranya faktor Ekonomi menjadi alasan yang paling banyak digunakan warga ketika mengajukan perceraian. Ada juga yang mengajukan Isbad Nikah dimana pemohon yang orang tuanya dulu menikahkan pemohon tapi belum punya Buku Nikah Yang kedua masalah adanya pihak ketiga dalam Rumah tangga.

Program Ke 3(tiga) di wilayah yakni wilayah Utara bertempat di Balai Desa sumberwudi Kecamatan karanggeneng .

“Faktor orang ketiga ini salah satunya adalah adanya perkembangan teknologi. Di sini, penyebabnya adalah sosial media karena semua orang sekarang punya medsos,” lanjutnya.

Mazir,  S. Ag.  M. Si menambahkan kegiatan ini agar mempermudah dalam Melayanai Masyarakat dalam mencari keadilan di Pengadilan Agama Lamonga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sehingga tidak sampai terjerumus ke dalam jurang perceraian.

Dari tahun ke tahun, angka perceraian di Kabupaten Lakongan memang terus meningkat. Berdasarkan yurisdiksi Pengadilan Agama Kabupaten Lamongan, penyebabnya lebih banyak didominasi faktor perselisihan yang terus menerus, masalah ekonomi, dan penelantaran salah satu pihak.

Maraknya kasus perceraian sesungguhnya bisa menjadi salah satu bukti bahwa struktur dan ketahanan keluarga di negeri muslim ini makin lama makin rapuh.

Keluarga ideal memang sulit diwujudkan di tengah situasi yang karut-marut seperti saat ini. Penerapan sistem sekuler kapitalisme telah memunculkan berbagai krisis multidimensi yang mengganggu pola relasi antaranggota keluarga dan menggoyah bangunan keluarga hingga rentan perpecahan(Nur).


Loading...

Pos terkait

Loading...