Operasi Patuh Candi 2020, TNI Polri di Blora Gelar Edukasi Kamseltibcarlantas

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) untuk menuju era adaptasi kebiasaan baru, Polres Blora Polda Jawa Tengah melalui Satgas Operasi Patuh Candi 2020 bersama Sub Denpom dan Kodim 0721/Blora menggelar edukasi kepada masyarakat setempat. Kegiatan diawali dengan apel bersama aparat Gabungan TNI Polri di halaman kantor Satlantas Polres Blora, Sabtu, (25/07/2020) malam.

Edukasi kepada masyarakat dilakukan secara langsung dan melalui pembagian pamflet kepada warga yang menikmati malam akhir pekan di titik-titik keramaian.

Bacaan Lainnya

Dengan menggunakan pengeras suara petugas dari Satgas Ops Patuh Candi Polres Blora bersama Sub Denpom dan Kodim 0721/ Blora melakukan patroli dialogis dari satu titik ke titik yang lain. Adapun sasaran yang disambangi adalah pusat keramaian seperti di Alun-alun Blora, Lapangan Kridosono, Blok T dan kawasan Pasar Sido Makmur Blora.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan, SIK, melalui Kasat Lantas AKP Dodiawan, SH, SIK, mengungkapkan bahwa patroli gabungan tersebut selain untuk menciptakan Kamseltibcarlantas, sekaligus untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat Blora perihal pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19.

“Bersama Sub Denpom kita patroli dialogis, kita ajak masyarakat Blora terutama yang berkerumun dipusat keramaian untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ucap AKP Dodiawan.

Dalam kegiatan tersebut anggota gabungan juga membagikan masker gratis untuk warga yang belum memakai masker.

Selain itu, malam tadi petugas gabungan juga memberikan tindakan kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran kasat mata yang dipandang dapat menimbulkan fatalitas kecelakaan.

AKP Dodiawan menambahkan bahwa, setelah tiga bulan pandemi corona tidak pernah dilakukan penindakan pelanggaran, masyarakat seolah terlena dan di lapangan ditemukan banyak pelanggaran.

“20 persen sasaran operasi patuh adalah penegakkan hukum, dengan tujuan menertibkan kembali masyarakat agar tertib berlalu lintas untuk mengurangi kecelakaan, karena pelanggaran itulah awal dari terjadinya kecelakaan,” tambahnya.

Fitri, salah satu warga kecamatan Jepon yang berjualan makanan di kawasan Kridosono mengapresiasi kegiatan penertiban tersebut.

“Tentunya kita senang dengan adanya penertiban, harapannya masyarakat kembali menaati aturan, terutama para kawula muda yang sering arogan dalam berkendara,” kata Fitri.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...