Diskusi Antisipasi Karhutla, Forkopimka Nanga Mahap Gelar Coffee Morning

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Sekadau – Sebagai upaya pencegahan dini terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah kecamatan Nanga Mahap, Forkopimka Nanga Mahap menggelar Coffee Morning di halaman kantor Polsek Nanga Mahap, Selasa (4/8/2020).

Kegiatan Coffee Morning dilaksanakan dalam rangka membahas peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 103 Tahun 2020 tentang pembukaan areal lahan pertanian berbasis kearifan lokal.
Peraturan Gubernur tersebut dalam hal ini dibacakan oleh Kapolsek Nanga Mahap, IPTU Ambril, SH., M.AP selaku penyelenggara kegiatan, salah satu poin pentingnya ialah tentang ketentuan waktu pembakaran ladang yakni dilaksanakan sekira pukul 16.00 Wib.
“Telah di sepakati bersama dalam rapat koordinasi tentang pembahasan peraturan yang di keluarkan oleh bapak gubernur Kalbar, bahwa pembakaran sekira jam 16.00 wib, inilah ketentuan / aturan yang harus kita ketahui bersama, memang kita sangat sulit membiasakan hal yang sudah biasa. Tidak ada salahnya kita menerapkan aturan tersebut”, jelas Kapolsek.

Selain aturan tentang waktu pembakaran, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bahwa maksimal lahan yang dibakar seluas 2 Ha, serta denda atau sanksi adat bagi yang melanggar aturan yang akan diberikan oleh temenggung adat.
“Untuk sanksi pihak Adat yang memberikan, terkait membakar ladang agar warga benar – benar memastikan apakah api sudah padam atau belum, guna meminilisir gangguan kamtibmas, agar warga berkoordinasi dengan pemerintah setempat”, lanjut Kapolsek.
Dalam diskusi tersebut terdapat beberapa tanggapan dan keberatan dari tokoh masyarakat yang hadir, yang mana dari peraturan tersebut sudah bertentangan dengan kebiasaan yang selama ini masyarakat lakukan.
Menanggapi keberatan tersebut, Camat Nanga Mahap, Acung Yulius, S.Sos. mengatakan agar masyarakat mentaati peraturan yang telah disepakati.
“Kita semua sudah mendapatkan hasil koordinisasi dan peraturan Gubernur, yang mana aturan tersebut dapat kita baca dan kita pahami bersama, ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama, agar selalu berkoordinasi dengan unsur terkait guna memastikan kamtibmas di wilayah kita agar tetap kondusif”, terang Acung
Untuk meminimalisir terjadinya pro dan kontra ditengah masyarakat saat peraturan ini dijalankan, Kapolsek Nanga Mahap berharap peran aktif dari Pemdes, tokoh adat, tokoh agama, serta pemuka masyarakat lainnya untuk mensosialisasikan kepada masing-masing warganya.
“Kami akan berusaha memberikan sosialisasi kepada warga, melalui pihak Pemdes dan pihak Pemdes dapat membuat jadwal dan undangan yang di berikan kepada warga dan kepada kami, tentukan hari dan tanggal kegiatan.”, ucap Ambril.
Selain unsur Forkopimka, hadir juga dalam kegiatan Coffe Morning tersebut ketua MABT Nanga Mahap, ketua DAD Nanga Mahap, tokoh Agama sekecamatan Nanga Mahap, tokoh adat sekecamatan Nanga Mahap, serta ketua Organisasi sekecamatan Nanga Mahap.
(Joko)

Loading...

Pos terkait

Loading...