Solusi Kreatif, Mahasiswi UPGRIS Terapkan Metode Belajar dan Bermain

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Dampak adanya pandemi Covid-19 menyebabkan sistem pembelajaran di sekolah dengan tatap muka harus dilakukan secara daring (online) di rumah. Hal ini mengakibatkan sejumlah murid merasa bosan dengan metode yang sudah berjalan sejak 6 bulan lalu.

Menurut orang tua siswa di Kelurahan Kauman Kecamatan/Kabupaten Blora, pelaksanaan belajar ini tidak seefektif yang diharapkan. Para murid yang melakukan kegiatan belajar daring di rumah hanya diberikan materi dan tugas.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal tersebut, Aulia Putri Kiki Kaisar, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mengajak siswa SD di Kelurahan Kauman dengan pembelajaran yang menyenangkan menggunakan Kahoot (sebuah platform pembelajaran berbasis permainan) dan media ular tangga sebagai solusi kreatif belajar.

“Menariknya media edukatif ini sebagai salah satu media pembelajaran yang baru dan sebagai selingan metode pembelajaran yang monoton,” ucapnya saat belajar bersama anak-anak Kelurahan Kauman RT 001/RW 003, Selasa (01/09/2020).

Menurut Mahasiswi yang sedang mengikuti KKN-Tematik Covid-19 UPGRIS, media pembelajaran ini dapat menarik semangat belajar siswa karena siswa terlibat langsung pada proses pembelajaran.

“Selain itu siswa tidak jenuh, karena media yang digunakan merupakan permainan yang biasa mereka gunakan dengan model berbeda,” ujarnya.

Media pembelajaran ini sesuai materi pembelajaran SBdP kelas V tentang Batik, yakni “Asyiknya Membatik”. Dirinya menjelaskan peraturan permainan pembelajaran kuis pilihan ganda yang dibuat oleh pengguna yang dapat diakses menggunakan aplikasi Kahoot.

“Diawali dengan menjawab kuis, apabila pemain mendapat score tertinggi maka pemain melempar dadu pertama. Pemain yang lebih dulu sampai di kotak finish merupakan pemenangnya,” jelasnya.

Terlihat para siswa sangat bersemangat dan antusias selama mengikuti kegiatan pembelajaran yang disajikan melalui permainan.

“Ini namanya belajar sambil bermain kak, permainanya sangat seru. Besok lagi ya kak,” kata Devi, salah satu siswa SD kelas V.

Aulia berharap setelah adanya progam pembelajaran ini, siswa dapat belajar sekaligus bermain, sehingga pembelajaran terasa tidak membosankan dan dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...