Penjual Tanah Untuk Kavling Perumahan Diombang-Ambing ‘Calo’

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Sidoarjo – Penjual tanah, Nurai (korban) warga Rt. 03 RW. 01 Desa Tempel Kecamatan Krian merasa ditipu oleh oknum AR yang berkuasa akan pembebasan lahan tanah milik warga yang diperuntukan untuk kavling perumahan.

Dengan ketidakjelasan akan pembayaran tanah yang dijual oleh korban, kini korban mengadu ke LSM LIRA untuk membantu akan permasalahannya. Dengan didampingi Arik Mustakim, ST dan Suparman, mereka menemui Kepala Desa Tempel, Ainun Yakin yang didampingi Heru Subagiyo, SH.Kasun setempat dan ditemui di ruang Kepala Desa, Rabu (9/9).

Arik Mustakim menanyakan perihal dana dari PT. SML (pengembang) yang katanya sudah diberikan kepada penjual tanah melalui desa.

Kepala Desa Tempel, Ainun Yakin menjelaskan perihal keluhan para penjual Tanah tersebut saya tidak tahu menahu mas, karena pihak mereka (pengembang) tidak lapor ke saya secara tertulis dan selama ini juga mereka tidak memberikan salinan copy atas ijin dari pihak Perijinan Kabupaten Sidoarjo kalau pihak pengembang akan mendirikan perumahan (bentuk kavling),’ katanya.

“Jika benar para penjual Tanah belum dibeserkan pembayarannya oleh pihak pengembang, maka lebih baik pendirian kavling tersebut dibubarkan saja. Karena saya tidak ingin warga saya merasa kecewa dan ditipu”,’ tegasnya.

Saya saja menghubungi melalui Telepon dan WA kepada pihak yang bersangkutan saja tidak pernah dibalas dan seakan tidak peduli, padahal saya ini kepala desa,’ herannya.

Hal sama juga apa yang diungkapkan oleh Kasun Heru Subagiyo, SH., setahu saya sudah dikasihkan kepada para penjual Tanah dan besarnya pun saya juga tidak tahu dan tidak ingin tahu karena itu sudah ranah penjual sama pembeli yang katanya perwakilan dari pihak pengembang mas,’ terangnya.

“Dan katanya ada pembayaran yang Rp 20 juta untuk penjual saya juga tidak tahu, dan baru kali ini saya tahu. Dan untuk diketahui bahwa dalam permasalahan jual beli tanah antara penjual dan pembeli, pihak desa sama sekali tidak tahu”,’ tegasnya.

Karena kita pemerintahan desa dan mendapat kepuhan, maka akan kita dampingi para petani yang menjual tanah dan merasa dirugikan oleh pihak oknum yang mengaku dari perwakilan pengembang,’ pungkasnya.

(HERI)


Loading...

Pos terkait

Loading...