Bawaslu Papua Sebut Enam Pasangan Bacabup dan Wakil Positif Covid-19

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menyebutkan enam bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada 11 kabupaten positif terpapar Covid-19.

Anggota Komisioner Bawaslu Papua Ronal Manoach mengatakan secara otomatis tahapan pemeriksaan kesehatan ditunda.

“Penundaan tahapan pemeriksaan kesehatan terhadap bakal calon bupati dan wakil bupati dilakukan selama 14 hari, Dan setelah 14 hari akan di swab tes apabila negatif baru dapat dilanjutkan dengan tahapan pemeriksaan kesehatan. Namun kalau masih positif tetap tidak akan dapat melakukan tahapan tersebut,” katanya di Biak, Jumat (12/9/2020) kemarin.

Menurut Ronald, pihaknya telah mengingatkan jauh-jauh hari tentang bahaya penyebaran Covid-19 atau munculnya kluster baru saat tahapan pilkada.

“Kami ingin semua pihak terutama bakal calon, tim sukses dari partai politik, masa pendukung untuk bisa mengendalikan diri dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dilapangan, agar jangan kemudian menimbulkan kluster baru,” ujarnya.

Dia menjelaskan, keenam bakal pasangan calon tersebut lima berasal dari Kabupaten Supiori dan satu pasangan calon dari Kabupaten Keerom.

“Ada tahapan kursial kedepan yaitu kampanye dan lainnya Yang Keerom itu satu bakal calon bupati, Supiori itu ada yang pasangan bakal calon dan ada yang satu orang saja, di mana saat proses pendaftaran belum keluar hasilnya, jadi baik penyelenggara (KPU dan Bawaslu), maupun siapapun yang kontak langsung penting untuk tes swab sebagai langkah antisipasi,” katanya lagi.

Bawaslu menyarankan untuk semua tim dari bakal pasangan calon di 11 kabupaten untuk di swab untuk memastikan diri bebas Covid-19.

“Kita harus jaga masyarakat di Papua dari penyebaran Covid-19. Karena tantangan geografis dan ketersediaan fasilitas di yang terbatas sehingga interaksi lintas kabupaten tinggi, berbeda dengan yang ada diluar Papua yang hanya berputar di satu kabupaten. Seperti pemeriksaan kesehatan, semua bakal pasangan calon harus ke Jayapura sedangkan Jayapura zona merah, inikan potensi terpapar dan kemudian menularkan ke orang lain tinggi sehingga hal ini penting untuk diperhatikan,” tuturnya.

Dia menambahkan Pilkada yang dilakukan di Tahun 2020 berdampingan dengan Covid-19, semua harus memiliki kesadaran tinggi. (JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...