‘The Power of Emak-Emak’ di Pilkada Blora 2020

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Blora telah masuk dalam tahapan proses verifikasi dokumen di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blora. Pilkada Blora 2020 ini diprediksi jadi ajang adu kuat antara tiga emak-emak di Kabupaten Blora.

Pasalnya, ada 3 perempuan yang turut serta menjadi kontestan dalam ajang Pilkada Blora tahun ini, Pertama Umi Kulsum yang mencalonkan diri lewat partai Nasdem, PPP dan Gerinda, kedua Tri Yuli Styowati yang mendampingi Arief Rohman maju melalui dukungan Partai PDIP, PKB dan PKS dan yang ketiga Dwi Astutiningsih yang maju melalui Partai Demokrat, Golkar dan Hanura, Jumat (11/09/2020).

Bacaan Lainnya

Inilah hasil rangkuman sepak terjang tiga Srikandi terbaik Kabupaten Blora sebagai Berikut;

Umi Kulsum, ibu 3 anak ini telah berpengalaman mendampingi suami sebagai Bupati Blora dua periode. Pada tahun 2012 mendapat mandat memimpin Palang Merah Indonesia Blora hingga 2017, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) 2010 hingga sekarang sekaligus sebagai ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Bunda PAUD tingkat Kabupaten Blora.

Dalam beberapa kesempatan, Umi kulsum mengingatkan tentang bahaya pernikahan dini.

“Tadi ada yang usia masih muda, tentu itu juga bahaya. Oleh sebab itu perlu adanya pendampingan serta pemahaman kepada masyarakat,” ucap Umi Kulsum. dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kartini ke- 139 di Puskesmas Japah, 2017 silam.

Dalam hal ekonomi, dirinya mendorong agar bisnis rumahan dipasarkan melalui online agar menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kita ingin membawa UMKM ke level yang lebih tinggi. Kita tidak ingin kalah dari produk luar negeri. Kita punya potensi tinggi hanya kurang dimaksimalkan,” ucapnya, di GOR Mustika Blora, saat event Dekranasda Blora Expo 2018.

Dalam kapasitas sebagai Bunda PAUD, saat Pelantikan Himpaudi kecamatan se- Blora, dirinya memaparkan pentingnya peningkatan kualitas pengajar PAUD. Dalam paparannya, Bunda PAUD Blora mengingatkan bahwa pembentukan karakter dan pendidikan anak ditentukan melalui pembelajaran pada usia dini. Sehingga, kualitas tutor PAUD di Blora harus ditingkatkan dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini 2017 silam.

Berkat dedikasinya dalam organisasi, Umi Kulsum pada 2015 mendapat penghargaan LENCANA PANCAWARSA IV dari Kwarnas Pramuka, dan penghargaan pada 2017 dari BKKBN Republik Indonesia SATYA LENCANA MKK MANGGALA KARYA KENCANA.

Tri Yuli Setyowati, ibu dengan tiga anak ini, pada Pemilu tahun 1999 menjadi anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro. Pada 2004 kembali terpilih di dapil 4 Bojonegoro dengan perolehan 2449 suara.

Tahun 2014, dia ditunjuk partai untuk memenuhi kuota perempuan 30 %, di dapil 2 Blora (Cepu, Sambong, Kedungtuban). Pada pemilu ini dirinya memperoleh suara 1616 dibawah perolehan suara Lusiono. Pada tahun 2018 dirinya mendapatkan PAW (pergantian Antar waktu) karena mundurnya Irma Isdiana yang maju melalui partai Nasdem.

Pada tahun 2019 dirinya kembali menjadi DPRD dari dapil yang sama dengan perolehan suara 6023 suara.

Dwi Astutiningsih, ibu dengan tiga anak ini pada 2009 menjadi Anggota DPRD Blora dari partai PDIP berkat menggantikan alm. Hartomy Wibowo yang meninggal sebelum dilantik. Pada 2014 kembali mendapatkan amanah duduk sebagai anggota legislatif. Pada pemilu serentak 2019, Bu tutik (sapaan Dwi Astutiningsih) kembali menjabat sebagai anggota DPRD dari PDIP dengan perolehan 6.386 suara dari Dapil 1 Blora (Blora, Jepon, Jiken dan Bogorejo).

Sempat menduduki Kursi Pimpinan di DPRD menggantikan Dasum yang saat itu mengundurkan diri karena maju sebagai kandidat Bupati Blora pada 2015 berpasangan dengan Abu Nafi. Selain aktif di DPRD, bu Tutik juga menjabat sebagai sekretaris Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) pada 2007 sd 2012, kemudian pada 2012 menjadi ketua hingga sekarang. Di tahun 2009 dirinya juga menjabat sebagai Pengawas Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (KOWAPI) Kabupaten Blora.

Beberapa kegiatan yang terekam adalah kegiatan sosial Gerakan Makan (Gema) 2000 butir telur dilaksanakan di tiga desa di wilayah Kecamatan Kedungtuban. Meliputi, Desa Nglandeyan, Desa Pulo, dan Desa Kalen.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara DPP IWAPI, DPC IWAPI Blora, dan Charoen Pokphand Jawa Tengah. Ini upaya kita membantu pemerintah (Pemkab Blora, red) yang sedang berjuang menekan angka stunting. Jadi, dengan mengkonsumsi telur dan makanan bergizi lainnya semoga dapat menekan angka stunting. Total bingkisan yang kita salurkan sebanyak 150 paket,”terang bu Tutik saat itu.
(Jay/*)


Loading...

Pos terkait

Loading...