Kasus Baru Covid-1921 Orang Terkonfirmasi Positif, 5 Klaster Keluarga Menjadi yang Terbaru

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Penularan virus corona (Covid-19) di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua masih terjadi di masyarakat. Jumlahnyapun terus meningkat.

Berdasarkan data hingga Jumat (11/9/2020) kemarin, tercatat ada penambahan 21 kasus baru Covid-19.

Penambahan itu menyebabkan jumlah akumulatif kasus Covid-19 di Biak kini mencapai 209 orang, terhitung sejak kasus pertama pada 15 Maret 2020.

“Sampai tadi malam, Jumat (11/9) tambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 21 orang, dan jumlah akumulatifnya menjadi 209 orang. Ini jumlah yang cukup banyak. Saat ini, yang sedang dirawat lebih dari 90 orang. Dan masih banyak lagi yang belum kita temukan, memang kebanyakan dari pasien yang terpapar adalah Orang Tanpa Gejala (OTG), sedangkan yang meninggal dunia 3 orang. Pasien meninggal dunia di beberapa hari yang lalu adalah pasien yang meninggal dunia sebelum hasil swabnya keluar dan hasil tes swabnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak dr Ricardo Mayor, M. Kes. Di Biak, Sabtu (12/9/2020).

Dirut RSUD menjelaskan, terdapat klaster terbaru dalam penyebaran Covid-19 di Biak yakni klaster keluarga. Setidaknya ada 5 keluarga yang terkonfirmasi positif virus corona.

“3 keluarga menjalankan karantina mandiri di rumah karena semua terkonfirmasi positif dan mereka tidak bergejala. Dan dirumah sakit ada 2 keluarga yang dikarantina, rata – rata mereka mengalami gejala ringan. Kita berharap sampai disitu saja, tidak berkembang menjadi gejala sedang atau berat,” jelasnya.

dr Ricardo berharap, dengan banyaknya klaster keluarga masyarakat harus waspada untuk menjaga diri dan keluarganya.

“Himbauan pemerintah untuk menggunakan masker, tidak berkerumun harus dipatuhi. Menggunakan masker itu kita bisa mencegah penularan sampai dengan 70 %, sedangkan masker khusus yang digunakan di rumah sakit bisa mencegah penularan sampai 95%. Tapi kalau masyarakat taat terhadap himbauan kita bisa menghambat percepatan penularan,” tuturnya.

Mayor menyebutkan, dalam kurun waktu 2 bulan peningkatan cukup signifikan.

“Kami yakin apabila melakukan tracing jumlahnya mungkin bisa melampaui daerah lain di Papua seperti Jayapura dan Timika. Itulah sebabnya masyarakat tidak boleh lengah, tidak menganggap remeh ini penyakit. Mungkin baru 2 atau 3 yang meninggal tapi lambatlaun akan meningkat, kami tidak ingin seperti itu,” tegasnya.

Di yakini dengan pembukaan penerbangan dan pembukaan pelabuhan laut ada banyak orang sebagai obyek yang membawa virus ke Biak.

“Baru saja kita temukan aa beberapa orang yang baru saja keluar daerah dan terkonfimaai positif. Inilah yang di kuatirkan, kapasitas rumah sakit sangat terbatas. Saat ini untuk melayani covid sudah penuh. Kita melakukan karantina mandiri dirumah dan kita supplay obat, memberikan perhatian dan konsultasi melalui online atau telepon, tetapi apabila ini banyak dan menunjukan gejala berat pada paaien akan menimbulkan banyak korban dan tidak bisa kendalikan. Kita berharap ini tidak terjadi. Kami perlu dukungan dan kerjasama masyarakat tidak bisa tenaga medis di rumah sakit saja atau pemerintah saja,” tandas dr Ricardo.

Dari jumlah tenaga medis 21 orang yang terpapar Covid 19 terdapat 4 orang tenaga medis lagi yang terkonfirmaai positif. (JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...