Video Joget di BKD Blora, Plt Akui Salah dan Siap Terima Sanksi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora, Pratikto Nugroho mengakui kesalahannya terkait kurangnya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) pada video yang sempat beredar di media sosial. Bahkan, dirinya siap menerima sanksi yang akan diberikan kepada dirinya dan anggta pegawainya.

“Setengah 8 pagi tadi kami sudah dipanggil Pak Sekda terkait dengan hal ini (video), hari ini juga sudah dipanggil Pak Inspektur diwakili ibu lis, kita sampaikan kronologis kejadian kemarin,” ucapnya saat memenuhi panggilan dari Inspektorat Blora, Senin (14/09/2020).

Bacaan Lainnya

Pratikto menjelaskan bahwa kegiatan joget tersebut merupakan inisiatif dirinya karena ingin memberikan reward kepada para pegawainya yang sebelumnya menjadi panitia pelaksana CPNS di Solo kemarin.

“Itu inisiatif saya sendiri sebagai bentuk reward kepada teman-teman yang sudah 5 hari bekerja keras sebagai panitia pelaksana CPNS di Solo. Saya ajak makan-makan dan nyanyi. Sebetulnya sudah dibreafing, mungkin karena terlalu senang dan bahagia, sehingga jadi kelendran (teledor) dan maskernya ada yang menggantung dan ada yang tidak memakai masker. Tapi itu salah saya, keteledoran saya, bukan salah mereka,” jelasnya.

Selanjutnya, dirinya siap menerima sanksi sesuai dengan Perbup No. 55 Tahun 2020. Tinggal waktunya kapan dan tempatnya dimana, nanti bisa ditunggu. Bahkan, bila perlu bisa divideo sebagai pembelajaran bagi dirinya dan teman-teman OPD lainnya.

“Untuk menjadi pembelajaran kita bersama nanti, entah saya nyaponi (menyapu) Alun-alun pakai rompi. Terus terang saya mengakui salah. Sementara nanti sanksi tertulisnya Pak Inspektur yang membuat resum untuk dilaporkan ke Pak Bupati,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Blora, Kunto Aji mengaku telah berdiskusi. Pihaknya menilai sebenarnya niat dari Pak Tik, sapaan akrabnya, adalah baik, yakni ingin memberikan reward kepada pegawainya.

“Saya dari Inspektorat, teguran saya jangan diulangi lagi, supaya diperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, telah diberitakan bahwa beredar video yang memperlihatkan aksi joget, nyanyi dan saweran di dalam kantor BKD Blora. Padahal di saat yang bersamaan tengah diberlakukan Inpres No. 06 Tahun 2020 serta Perbup No. 55 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Blora.

Video tersebut juga sempat dijadikan status Whattsap Plt Kepala BKD, namun saat ini sudah dihapus. Dalam video tersebut nampak sejumlah orang ada yang memakai masker dan ada juga yang tidak. Mereka tengah asyik berjoget ria ditemani satu penyanyi. Ada yang ikut menyumbangkan lagu serta ada pula yang mengeluarkan uang untuk nyawer namun tidak diterima.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...