Raibnya Uang Ratusan Juta Nasabah BRI Hingga Kini Belum Temui Titik Terang

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Grobogan – Kasus lenyapnya uang ratusan juta milik nasabah Bank BRI, Ahmad Imron Rosyidi warga Dusun Kanusan RT 03/RW 01 Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan hingga kini belum menemui titik terang.

Pihak pejabat atau Pimpinan Bank BRI Kantor Cabang (KC) Purwodadi ketika hendak dikonfirmasi, enggan menanggapi persoalan ini dan hanya ditemui oleh Security.

Bacaan Lainnya

“Maaf mas, tidak bisa,” ujar Security BRI KC Purwodadi, Imam Rohmad, Selasa (15/09/2020).

Setelah berdiskusi beberapa saat, securuty tersebut lalu menyampaikan ke pejabat BRI setempat.

“Kata SDM (Sumber Daya Manusia), tidak bisa memberikan statament apa-apa,” katanya.

Ketika ditanya nama pejabat SDM yang menyampaikan pernyataan itu, Imam enggan mengungkapkan.

“Maaf hanya itu saja,” kata dia sambil mengangkat kedua tangannya.

Sementara itu, Ketua III Pengurus Pusat Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) se-Nusantara Khusnul Khotimah mendesak pihak Bank BRI untuk segera menyelesaikan kasus yang menyangkut gurunya ini.

“Sampai saat ini belum ada itikad baik dari BRI untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kami Pengurus Besar KBRA, menginginkan kasus hilangnya uang guru kami ini benar-benar diproses. Agar tidak ada lagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan hal yang sama di kemudian hari,” ucap Khusnul.

Dirinya berharap kepada Polda Jawa Tengah, kemudian BRI, Telkomsel, dan pihak lain, untuk membantu proses tersebut secara transparan dan profesional.

“Agar ada titik terang dalam kasus yang sangat mengguncangkan hati kami sebagai santri guru kami,” imbuhnya.

Lebih lanjut Khusnul menyampaikan, seluruh Cabang KBRA se-Nusantara telah mengirimkan surat ke BRI cabang hingga pusat untuk mempertanyakan persoalan ini dan mendesak supaya pihak BRI bertanggung jawab atas kasus tersebut. Dirinya menambahkan, akan ada aksi dan langkah lanjutan, apabila tidak juga ada itikad baik.

“Kami mendesak supaya pihak Bank BRI bertanggung jawab atas kasus tersebut. Ada ribuan anggota maupun pengurus yang akhirnya akan menutup tabungan serentak pada waktunya nanti,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, uang simpanan sebesar Rp 203 juta di rekening nasabah Bank BRI milik Ahmad Imron Rosyidi warga Dusun Kanusan RT 03/RW 01 Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan lenyap dibobol orang tak dikenal. Kejadian pembobolan ini terjadi pada saat hari libur, yakni tanggal 30 dan 31 Mei 2020 kemarin. Sehingga, korban baru melaporkan kejadian yang dialaminya pada hari Selasa (02/06) ke Bank BRI KC Purwodadi.

Untuk diketahui, korban adalah seorang Founder sekaligus Pembina KBRA yang memiliki pengurus cabang di penjuru Indonesia dan beberapa di luar negeri. Terdapat 12 Pimpinan Wilayah, 131 Pimpinan Cabang dan 4 Pimpinan Cabang PCI KBRA Internasional (Malaysia, Singapore, Hongkong dan Taiwan). Korban tercatat sebagai nasabah Bank BRI KC Gresik yang tinggal di Grobogan.
(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...