Warga Desa Barengkrajan Korban Surat Jual Beli Tanah “Ganda”

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Sidoarjo -Jual beli tanah (disinyalir ganda) yang dikeluarkan pemdes Barengkrajan kecamatan Krian, dipersoalkan.

Yusuf Wibisono salah satu warga korban jual beli mengatakan dirinya merasa di rugikan, pasalnya surat yang dia pegang ternyata juga di miliki orang lain. “Tega benar seorang kepala desa kok membuat surat jual beli tanah (ganda) semaunya sendiri tanpa melihat dari asal usul tanah yang sudah saya beli,’ tandasnya

Kekesalan bapak dua anak diatas ini disebabkan karena dirinya mengetahui langsung prosesnya. “Saya tahu bahwa proses pembuatan jual beli tersebut untuk diagunkan ke Bank. Padahal tanah dan bangunan tersebut sudah saya beli berdasarkan surat jual beli yang sah,’ jelasnya.

Lanjut Yusuf, hal diatas pernah saya ajukan protes ke Kepala Desa dan bahkan sempat diadakan musyawarah dengan hasil akan diselesaikan secara kekeluargaan dengan pembayaran yang pasti tetapi kenyataannya hanya janji-janji manis yang tidak ada penyelesaian sampai sekarang.

Atas kejadian di atas terpaksa dirinya melaporkan ke pihak kepolisian dan sekarang sudah berjalan.

Terpisah, Kepala Desa Barengkrajan, Asmono ketika dikonfirmasi dikantornya Senin (28/9) menjelaskan bahwa kejadian diatas merupakan pengaduan ke sampaian itu keliru mas, karena apa, saya membuat surat jual beli (yang dianggap Yusuf ganda) berdasarkan kedua belah pihak hadir dan menyaksikan serta tanda tangan antar kedua belah pihak diperjanjian jual beli,’ Jelasnya.

“Pokoknya gini mas, apa yang dipermasalahkan oleh Yusuf tersebut tidak mendasar dan tidak ada bukti yang kuat”,’ pungkasnya. (HERI).


Loading...

Pos terkait

Loading...