Kasdim Pati Ajak Mahasiswa IPMAFA Rajin Belajar Sejarah Indonesia

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Pati – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0718/Pati Mayor Inf Much Sholihin, S.Ag, M.Si memberikan materi kuliah secara daring kepada 300 Mahasiwa baru Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA) Margoyoso Kabupaten Pati. Perkuliahan secara virtual yang diselenggarakan oleh IPMAFA tersebut karena mengingat masih dalam pandemi covid-19 untuk menghindari penularannya.

Kegiatan pembekalan yang dikemas dalam Pelatihan Sukses Skil Mahasiswa Baru (PSSMB) dimulai Senin (28/09) kemarin hingga Rabu (30/09) besok dengan narasumber dari intern IPMAFA dan dari luar kampus, salah satunya Kasdim 0718/Pati, Selasa (29/09/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut penuturan panitia kegiatan, Muhammad Alfani dan Ahmad Arwan Nuha mahasiswa perbankan syariah IPMAFA semester 5, kegiatan pembekalan dilaksanakan melalui virtual dari rumah masing-masing yang merupakan sesuai kesepakatan bersama.

“Selain materi yang disampaikan dari Rektor IPMAFA dan pemateri atau narasumber lain dari intern kampus, ada juga pemateri lain dari luar kampus diantaranya Kasdim Pati, Kepala sekolah MA Yanbaul Qur’an Trangkil dan juga Kapolres Pati,” ujar Arwan Nuha.

Dalam kegiatan tersebut Kasdim 0718/Pati memberikan materi tentang Radikalisme, Fundamentalisme, sekularisme, dan pembentukan identitas yang dipandu oleh moderator Muhammad Labib, S.Sos, salah satu alumni IPMAFA Pati.

Selain memberikan materi seputar Bela Negara, dalam acara tersebut juga dibuka sesi tanya jawab oleh mahasiswa. Mayor Sholihin menyampaikan bahwa untuk mengukuhkan bela negara, apabila TNI serta Polri sudah jelas peran serta tanggung jawabnya. Namun untuk generasi muda, menurutnya bela negara tidak hanya terbatas mengangkat senjata serta untuk mengusir musuh negara.

“Bela negara adalah sangat kompleks, dari sisi pertahanan memang wujudnya adalah mempertahankan dari rongrongan negara lain, separatism serta ideologi lain. Kalau dari sisi pendidikan adik-adik mahasiswa adalah dengan belajar sungguh-sungguh itu adalah merupakan wujud belanegara,” terang Kasdim.

Pihaknya juga menambahkan, sebagai generasi yang produktif serta menjadi mahasiswa yang berkarakter Indonesia itu juga merupakan bela negara. Salah satunya adalah mencintai produk asli Indonesia. Kasdim juga menganjurkan kepada mahasiswa untuk rajin membaca buku sejarah Indonesia, mulai dari proses perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

“Apabila pelajaran sejarah di kampus terbatas, adik-adik mahasiswa bisa memanfaatkan buku-buku sejarah di perpustakaan agar dapat menambah wawasan tentang sejarah perjuangan bangsa dan Negara Indonesia,” pungkasnya.
(Jay/PndPati)


Loading...

Pos terkait

Loading...