Operasi Yustisi Pelosok Desa, 32 Pelanggar Prokes di Randublatung Dikenai Sanksi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Untuk menekan penyebaran Covid-19 diwilayah kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Jawa Tengah, aparat gabungan yang terdiri dari petugas Polsek, Satpol PP serta Koramil setempat menggelar operasi yustisi penegakkan protokol kesehatan (Prokes) secara masif.

Operasi yustisi bukan hanya digelar di kawasan perkotaan saja, bahkan operasi prokes tersebut juga menyasar pelosok desa. Seperti yang dilakukan oleh aparat gabungan yang terdiri dari satu pleton Polsek Randublatung Polres Blora, Koramil dan Satpol PP, Rabu, (30/09/2020).

Bacaan Lainnya

Operasi Yustisi digelar di Simpang tiga dukuh Balong desa Sambongwangan kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.

Dalam kegiatan operasi gabungan tersebut sebanyak 32 warga tertangkap tangan melanggar prokes, yaitu tidak memakai masker. Sehingga pelanggar tersebut dikenakan sanksi sosial yaitu membersihkan lingkungan, dengan menggunakan rompi orange yang bertuliskan “Pelanggar Protokol Kesehatan”.

Kapolsek Randublatung AKP Subardo, SH, M.Hum mengungkapkan bahwa operasi yustisi penegakkan prokes akan terus digelar oleh petugas gabungan di kecamatan Randublatung, dengan tujuan utama untuk menegakkan Perbup No. 55 Tahun 2020 yang intinya mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes sehingga kegiatan masyarakat bisa terus berjalan, namun aman dari Covid-19.

“Yang dikedepankan dalam operasi yustisi adalah Satpol PP, namun Polsek dan Koramil Kompak mendukung. Dan tujuan utama operasi yustisi sebenarnya adalah menegakkan disiplin protokol kesehatan, jika masyarakat disiplin maka Insha Allah akan terhindar dari Covid-19, sehingga kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan perekonomian bisa terus berjalan, namun aman dari Covid-19,” ungkap AKP Subardo.

Lebih lanjut, perwira Polri penghobi olahraga trabas ini menguraikan bahwa erat kaitannya antara disiplin prokes dengan kegiatan perekonomian, apalagi pandemi Covid-19 belum berakhir dan vaksin virus yang mematikan tersebut juga belum ditemukan.

“Jika kita sehat, maka aktifitaspun akan lancar, untuk itulah mari bersama menjaga kesehatan salah satunya dengan patuh protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak,” urai Kapolsek Randublatung.

AKP Subardo menambahkan, dipilihnya lokasi kegiatan di simpang tiga Sambongwangan, dikarenakan di lokasi tersebut setiap harinya ramai menjadi tempat berkumpul warga baik dalam kegiatan jual beli maupun untuk berkumpul di warung di lingkungan sekitar.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...