Audiensi Seniman Blora dengan Forkopimda Belum Temui Hasil Maksimal

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Pekerja seni yang tergabung dalam Sedulur Seniman Blora melakukan audiensi dengan Bupati Blora dan Forkompimda di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Hal ini mereka lakukan terkait kepastian ijin pentas, setelah ijin dibatasi akibat pandemi Covid-19.

Audiensi paguyuban pekerja seni dan hiburan ini dipimpin langsung oleh Bupati Blora Djoko Nugroho dan dihadiri Wakapolres Blora Kompol Joko Watoro, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, SE, MM, dan OPD terkait lainnya serta perwakilan seniman blora sebanyak 40 orang.

Bacaan Lainnya

Budi selaku perwakilan pekerja seni mengungkapkan kegelisahan hati para seniman musik di Kabupaten Blora yang selama ini merasa kehilangan mata pencaharian karena adanya imbauan pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang dapat mengundang orang berkumpul.

“Sebenarnya kami di dalam hati menanggis, hampir semua seniman mengeluh. Kami sadar kami tak bisa lepas dari pandemi ini, kami juga butuh uang untuk menghidupi keluarga, kami tidak menuntut para pemangku kepentingan, namun kami mohon dalam pertemuan ini bisa memberikan solusi,” ungkap Budi yang berprofesi sebagai MC (Master of Ceremonies/pembawa acara), Jumat (02/10/2020).

Menurutnya, pandemi virus corona ini sangat berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk para seniman yang notabene tidak memiliki gaji tetap dan hanya mengandalkan hidup dari jasa berkeseniannya.

“Tujuan kawan-kawan pekerja seni, hanya minta diberikan ijin untuk melakukan aktivitas seperti biasa pada acara yang bersifat mengundang massa seperti mengisi hiburan di acara pernikahan dan lain sebagainya, dan kawan-kawan sepakat menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan apa yang disampaikan tadi semua bisa menangkap jeritan Seniman Blora, ini tentu sangat dirasakan dan berharap pertemuan ini menemukan solusi yang terbaik untuk semuanya.

“Di depan ini ada para bapak bapak forkompimda ada dari Polri dan TNI. Semoga di pertemuan ini nanti semua bisa menghasilkan keputusan yang terbaik,” ujar Bupati.

Wakapolres Blora Kompol Joko Watoro mengatakan, mencermati apa yang disampaikan perwakilan seniman Blora pihaknya ikut berempati. Pihaknya juga bisa merasakan apa yang terjadi saat ini, namun demikian polri juga terikat aturan kedinasan secara vertical, baik tertulis, lisan maupun lainya yang berkaitan kebijakan pemerintah dalam covid 19.

“Khusus Blora kami monitor, masih naik trend di Blora. Setiap hari kami bersama TNI dan Satpol PP terus mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya antisipasi covid-19,” ucapnya.

Mengenai kegiatan masyarakat selama pandemi covid-19 ini, lanjut Wakapolres, Polri tidak pernah melarang, namun demikian apabila terjadi kerumunan dan melanggar protokol kesehatan, tentu akan diperingatkan dan akan ditertibkan.

“Ada perintah tertulis terkait ijin dari Polda Jateng yang intinya bahwa satuan wilayah tidak boleh mengeluarkan ijin kegiatan. Tetapi, Kapolres tidak melarang kegiatan, namun demikian jika terjadi kerumunan massa dalam skala besar wajib ditertibkan,” papar Wakapolres.

Dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi menanggapi hal tersebut menyatakan akan membantu dan mengupayakan agar pekerja seni bisa melanjutkan kreasi mereka dengan baik sesuai aturan dan rumusan Juknis tentang penyelenggaraan kegiatan hajatan dibawah protokol kesehatan pencegahan Covid -19.

“Selama ini memang terasa berat, namun kita harus saling menjaga dan mengamankan diri, tentu dalam berat bagi seniman. Namun, waktu dekat ini kami akan koordinasi dengan forkompimda, sehingga Blora tetap aman dan bisa hidup sehat di masa pandemi ini. Kami juga berharap covid-19 ini segera berakhir dan pemerintah bisa mengumumkan kegiatan bisa berjalan normal. Semua harus bertanggung jawab dan kami TNI perintah dari pimpinan adalah mengawal dan keamanan, kami mengawal peraturan dan melaksanan perintah dari atasan,” kata Letkol Ali Mahmudi.

Dalam pertemuan ini belum didapatkan hasil yang maksimal, namun demikian dalam waktu dekat Bupati akan melakukan pertemuan dengan para seniman, forkopimda dan pemerintah di tingkat kecamatan.

“Kegiatan seni boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah disiapkan dalam standar operasional prosedur dengan pertunjukan pentas seni skala kecil dalam bentuk hajatan atau gelaran kesenian ini hanya untuk di dalam gedung atau terop. Nanti akan ada lagi pertemuan, keluhan semua seniman saya terima dan akan kami rapatkan lagi,” pungkas Bupati.

Bupati juga akan membuat sejumlah aturan agar dalam pelaksanannya nanti tidak terjadi kebingungan. Pihaknya juga akan mengirimkan surat tembusan kepada kecamatan, terkait keluarnya ijin kegiatan para seniman ini yang tentunya akan selalu bekerja sama dengan satpol PP,TNI dan POLRI. Bupati juga meminta, dalam kegiatannya para pelaku seni dan hiburan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...