Taman Nasional Tanjung Puting Segera Dibuka Kembali

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kotawaringin Barat – Kepala Dinas Parawisata Kobar Wahyudi mengatakan diruang kerjanya pada hari Jumat, (02/10/2020) bahwa, kegiatan yang kemaren dalam rangka melakukan verifikasi di TNTP, tentunya nanti dari Tim Teknis Gugus Tugas yang menerbitkan rekomendasi atas hasil dari verifikasi itu, katanya.

Terkait rencana pembukaan launching di TNTP nanti kami rapat dengan beberapa lintas sektor, ucapnya.

Adapun yang kami bahas terkait kesiapan semua pihak diantaranya, pelaku usaha, pemandu wisata, pengusaha jasa angkutan dll, di samping dari tempatnya sendiri, jelasnya.

Saat mengunjungi ke Taman Nasional Tanjung Puting Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah mengatakan bahwa,
berdasarkan klasifikasi sebaran covid 19 Kotawaringin Barat sekarang berada di klasifikasi zona orange, katanya.

Dimana berdasarkan klasifikasi tersebut dimungkinkan untuk beberapa sektor boleh dilakukan aktivitas seperti biasa, akan tetapi tetap mengedepankan protokol kesehatan,
yang telah diatur oleh pemerintah, terangnya.

Dalam hal ini
salah satunya sektor pariwisata, yang berdasarkan dengan surat menteri KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan) bahwa, wilayah Kobar, khususnya Taman Nasional Tanjung Puting ini, direncanakan akan dibuka kembali, sehubungan dengan itu, kami dari Tim Satgas Covid 19 Kotawaringin Barat melakukan verifikasi di lapangan, ingin memastikan bahwa kondisi di lapangan betul-betul sudah siap, jelasnya.

” Untuk menerapkan protokol kesehatan.
Salah satu komponen yang kita nilai adalah seperti persiapan tempat cuci tangan kemudian juga pengaturan jarak. Dan himbauan-himbauan untuk mewajibkan seluruh pengunjung untuk menggunakan masker,” katanya.

Harapan Kita nanti rekomendasi dari tim verifikasi Satgas Covid-19 Kotawaringin Barat ini, menjadi bahan bagi pengelola Taman Nasional Tanjung Puting untuk melakukan pembukaan, harapnya.

Terkait Taman Nasional Tanjung Puting yang kita rencanakan Insya Allah dalam waktu dekat ini. Ketentuan nya adalah pertama memenuhi syarat protokol kesehatan, menyediakan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan. Kemudian yang kedua tentu melakukan pembatasan jumlah pengunjung, yang semula rata-rata setiap harinya berjumlah 566 orang ini dibatasi hanya 30% nya saja yaitu berkisar di angka 170 pengunjung per harinya, kemudian yang selanjutnya asal wisatawan yang diperkenankan masuk adalah wisatawan domestik dalam daerah maupun dalam negeri ataupun wisatawan turis asing yang memang sudah tinggal lama sejak sebelum Covid 19,
mereka dimungkinkan untuk diterima kembali untuk melakukan kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting, katanya.

Dari penilaian tim verifikasi Satgas, Covid-19 Kotawaringin Barat secara umum, tadi bisa kita lihat bahwa semua sudah siap tempat cuci tangan, kita mulai dari masuk area masuk ke pelabuhan semua sudah disediakan, kemudian pengukur suhu udara sudah ada, serta pembatasan antrian juga sudah ada, kemudian lagi kita naik ke kapal penyeberangan atau naik klotok disitu juga sediakan beberapa perlengkapan protokol kesehatan seperti cuci tangan seperti hand sanitizer, kemudian juga seluruh petugas dipastikan menjamin bahwa sudah sesuai dengan protokol kesehatan, kita lanjutkan ketika turun di pelabuhan juga sama sudah disediakan 4 wastafel tempat cuci tangan dan juga jalur-jalur masuk dan keluar telah ada pembagian atau pembatasan jarak,
di tempat pemberian makanan orang utan. dan pembukaan ini sendiri untuk sementara hanya dibuka dilokasi Camp Tanjung Harapan saja dan untuk Camp Leakey secara bertahap nanti kita evaluasi, katanya.

Taman Nasional Tanjung Puting ini nanti rencananya dibuka oleh Ibu Bupati Kobar, tuturnya.

Untuk langkah berikutnya mungkin setiap minggu kita lakukan evaluasi lebih lanjut, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, katanya.

Saat pengecekan dilokasi, Kepala Balai TNTP Murian Dameria Pane mengatakan bahwa, sebelum melaksanakan kegiatan dilapangan, seluruh petugas kami menjalankan protokol kesehatan terlebih dahulu, katanya.

Adapun strategi pengaturan yang kami akan terapkan, memerlukan lebih banyak petugas karena setiap titik harus perlu diawasi, katanya.

Jangan sampai ada kelalaian pengunjung yang tidak memakai masker atau tidak disiplin, ucapnya.

Kemudian juga di sini kami mengantisipasi kerumunan orang waktu pengunjung akan menuju tempat makan orang utan, supaya tidak terjadi penumpukan pengunjung. Jadi titik tersebutlah yang perlu kita pantau, karena disitulah yang rawan terjadinya berkumpulnya orang tidak ada social distancing, sehingga kami juga menetapkan petugas yang lebih banyak daripada sebelumnya, katanya.

(Riduan Hd)


Loading...

Pos terkait

Loading...