Dibukanya Kembali Taman Nasional Tanjung Puting

  • Whatsapp

ANALISA PUBLIK. COM |
Kotawaringin Barat.Sejak pandemi Covid-19 yang melanda di belahan dunia, obyek obyek wisata di Kotawaringin Barat ditutup, untuk menghindari terjadi penularan virus corona. Salah satu obyek wisata unggulan yang berada di Kotawaringin Barat, adalah Taman Nasional Tanjung Puting juga di tutup. Dalam acara launching reaktivasi TNTP, yang di Hadiri Bupati Kobar, Ketua DPRD Kobar, Dandim 1014 Pbun, Kapolres Kobar, Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Kepala Dinas Parawisata Kobar, di Kantor TNTP Kec. Kumai. Pada hari Selasa (06/10/2020)

Dalam sambutannya membuka acara reaktivasi ini, Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Murian Dameria Pane mengucapkan terima kasih ke Pemda dan segenap Forum Komunikasi Daerah (FKPD) untuk segala dukungan yang diberikan kepada Taman Nasional Tanjung Puting hingga sekarang, ucapnya.

Kemudian Murian Dameria Pane mengatakan bahwa, TNTP merupakan salah satu kawasan yang terdampak pandemi, katanya.

“Sejak 18 Maret 2020 lalu, yang mana kawasan ini dengan berat hati ditutup untuk mengantisipasi terjadinya tranmisi virus corona dalam aktifitas wisata alam yang tidak hanya melibatkan manusia saja, akan tetapi juga satwa liar yang ada disana apabila terjadi akan mengancam keselamatan selain manusia, juga satwa dan sumber daya genetik yang dimiliki Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut Murian Dameria Pane menyampaikan,
setelah beberapa waktu, dengan penuh pertimbangan yang matang akhirnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi sinyal untuk TNTP dibuka kembali, terangnya.

“Melalui Keputusan Dirjen KSDAE, secara resmi sejak 31 Agustus 2020 kawasan TNTP masuk dalam tahap III kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa yang bisa di reaktivasi. Karena itulah maka pihak balai berupaya mempersiapkan segala sarana dan prasarana sekaligus berkoordiasi dengan Pemerintah Daerah khususnya Gugus Tugas Covid-19, katanya.

Dalam acara ini
Kepala Dinas Parawisata Wahyudi mengatakan bahwa, TNTP merupakan magnet atau daya tarik parawisata dunia yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, katanya.

Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka reaktivasi ini, dengan adanya penetapan Tim Teknis Gugus Tugas untuk memberikan sertifikasi terhadap jasa usaha pariwisata yang menjalankan protokol kesehatan serta telah ditetapkannya peraturan Bupati nomor 54 tentang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, jelasnya.

“Pembukaan ini dilakukan secara bertahap dan penyesuaian adaptasi terhadap kunjungan wisata di Taman Nasional Tanjung puting, semoga
akan memberikan dampak positif dalam kegiatan pemulihan ekonomi di Kotawaringin Barat,” tuturnya.

Dalam hal ini
Bupati Kobar Hj. Nurhidayah menyampaikan bahwa, sektor pariwisata merupakan sektor paling terdampak pandemi covid-19 saat ini, termasuk TNTP dan seluruh sub sektor industri pariwisata didalamnya. Namun berbagai upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi telah dijalankan oleh Pemkab Kobar. Salah satunya dengan menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor : 556/220/DISPAR-IV/2020 Tentang Pemulihan Bertahap Sektor Pariwisata dan Sektor Ekonomi Kreatif lainya, kata Bupati.

Selain itu Bupati juga menerbitkan Keputusan tentang pembentukan tim verifikasi dan evaluasi pemulihan aktivasi (reaktivasi) pengelolaan destinasi wisata domestik aman covid-19, katanya.

“Berdasarkan laporan tim, sampai saat ini telah tersertifikasi dan terbit surat keterangan tempat usaha (SKTU) aman covid-19 sebanyak 41 tempat wisata atau usaha yang salah satunya adalah Taman Nasional Tanjung Puting,” jelasnya.

Harapan Bupati, kepada seluruh sektor pendukung parawisata TNTP, agar tetap menjalankan protokol kesehatan demi menjaga kemananan kepada para pengunjung, harapnya.

“Pemerintah daerah menyambut baik reaktivasi kawasan TNTP ini, semoga dengan dibukanya kembali kawasan wisata ini, akan mendorong aktivitas perekonomian masyarakat lebih baik lagi,” pungkasnya.
(Riduan Hd)


Loading...

Pos terkait

Loading...