Pedagang pasar desa Tarjun korban kebakaran bangun lapak darurat

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kotabaru-Pedagang pasar bawah Desa Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru yang kiosnya ludes terbakar tetap beraktivitas. Sebagian memakai tenda seadanya dengan atap dari terpal. Salah satunya Mama Diah, pedagang sayur. Terpal yang dipakai juga difungsikan saat hujan turun.

“Sampai sekarang masih morat-marit, jualan di tempat seadanya. Pokoknya nggak libur,” kata mama Diah Usai kebakaran, dampak yang dirasakan sampai sekarang masih terasa. Namun, dia tetap berupaya terus berjualan. “Bagaimana caranya yang penting ada penghasilan,” Ucap Mama Diah, Kamis (8/10/20) pagi tadi.

Mama diah tak sendiri, sebab beberapa pedagang lainnya juga mulai beraktivitas. Mulai dari membangun kios baru hingga mendirikan tenda. Menurut dia, untuk saat ini ada sekitar 10 pedagang bahkan lebih yang kembali beraktivitas.

“Rata-rata yang mulai jualan lagi itu pakai tenda darurat,ada juga yang lesehan di depan rumah warga beralas terpal” sambung dia.

Senada Tuti, pedagang lainnya yang juga tetap berjualan. “Yang beda tempatnya saja, ini gabung sama mama diah,” sambung tuti yang juga pedagang sayur.

Meski begitu, dia tetap berharap ada bantuan dari Pemkab Kotabaru.
“Kepinginnya bisa buka lagi seperti dulu, diperbaiki semua jadi jualannnya juga enak. Tidak semerawut begini,” pungkas dia berharap.

Pantauan Media Analisapublik.com di lokasi, sedikitnya 10 pedagang mendirikan tenda darurat dengan atap terpal. Rata-rata mereka yang berjualan di halaman parkir pasar bawah desa Tarjun.

Tepat ketika hujan turun seperti hari ini tadi para pedagang nampak memperbaiki terpal yang dibangun seadanya.
Sebagian menutup barang dagangannya dengan terpal, sementara lainnya memperbaiki atap yang masih bocor.

Garis polisi yang dipasang hingga kemarin masih melingkari areal kios pasar bawah desa tarjun.

Sementara lokasi di belakang kios itu juga terpantau belum ada aktivitas jual beli. Hingga kemarin bekas kebakaran belum dibersihkan. Bongkahan kayu dan reruntuhan bangunan serta bekas barang dagangan masih berserakan di lokasi. (Duki)


Loading...

Pos terkait

Loading...