POLDA KALTENG MUSNAHKAN BARANG BUKTI JENIS SABU SEBERAT 1.398,93 GRAM

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | KALTENG – Pemusnahkan barang bukti Narkotika golongan I jenis Sabu bukan tanaman jenis sabu dalam Press Converence di Loby Mapolda Kalteng Jalan Tjilik Riwut Km.1 Palangka Raya, Selasa (13/10/2020) pukul 08.30 WIB.

Pemusnahan barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dicampur Porstex (pembersih lantai) dan dicampur air kemudian diaduk dan selanjutnya dimasukkan ke lubang untuk ditimbun.

Tampak hadir Kepala BNNP Kalteng, Dirresnarkoba Polda Kalteng, Humas Polda Kalteng, Kepala BPOM Kalteng, Kejati, serta PJU Polda Kalteng.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo menjelaskan, barang bukti Narkotika yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan Ditresnarkoba Polda Kalteng selama Bulan September dan Oktober tahun 2020 di 4 (empat) Wilayah Kabupaten/ Kota sebanyak 14 (empat belas) kasus dengan 17 (tujuh belas) tersangka dengan total barang bukti 1.398,93 gram (seribu tiga ratus sembilan puluh depan koma sembilan puluh tiga) gram.

Kabupaten Kotim dengan 6 (enam) kasus dan 8 (delapan) tersangka dengan barang bukti sabu sebanyak 502,62 gram, Kabupaten Kapuas dengan 1 (satu) kasus dan 1 (satu) tersangka, dengan barang bukti sabu sebanyak 17,17 gram, Kabupaten Pulang Pisau dengan 1(satu) kasus dan 1 (satu) orang tersangka dengan barang bukti sabu sebanyak 86,37 gram, di Kota Palangka Raya dengan 6 (enam) kasus dan 7 (tujuh) orang tersangka dengan barang bukti sabu sebanyak 792,77 gram.

“Narkotika jenis sabu ini berasal dari Pontianak yang dikirim melalui Banjarmasin lewat darat dan akan diedarkan di Palangka Raya dan Kalteng terutama di daerah perkebunan dan pertambangan, “ujar Kapolda.

Dimasa Pandemi Corona Covid -19 ini para bandar dan kurir sabu mencari kesempatan untuk mengedarkan barang haram tersebut di sejumlah daerah di wilayah Kalimantan Tengah.

“Kami dalam hal ini Polda Kalteng dan Polres jajaran telah berkomitmen untuk memburu, memberantas dan menangkap para pengedar dan bandar sabu terutama diwilayah hukum Polda Kalteng dan akan menindak tegas siapapun tanpa ada kompromi “pungkas Edi Prasetyo.

Kepada para pengedar dan kurir ini akan kita kenakan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) U.U no.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan denda 1 milyar, dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup /hukuman mati dan denda 10 milyar. ( Sugian )


Loading...

Pos terkait

Loading...