Ada Pembagian Uang di Demo Bawaslu Blora

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Front Masyarakat Peduli Demokrasi kembali berdemonstrasi ke Kantor Bawaslu Kabupaten Blora. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengawal kasus pelaporan yang telah menyeret nama Bupati Blora, Djoko Nugroho, Rabu (18/11/2020).

Sambil membentangkan poster bertuliskan Stop Politisasi Anggaran Pilkada Blora 2020, mereka melakukan aksinya di depan kantor Bawaslu Blora yang dijaga aparat kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Kawan-kawan front masyarakat peduli demokrasi yang perlu kita ketahui adalah penguasa tidak akan menyerahkan kekuasaannya secara sukarela. Tetap akan berusaha mempertahankan kekuasaan, apapun caranya. Untuk itulah kita datang memberikan dukungan moril kepada kawan-kawan Bawaslu sebagai lembaga pengawas demokrasi untuk selalu bertindak tegas kepada oknum-oknum yang mencoba untuk mengangkangi demokrasi di Blora. karena sangat jelas beberapa kali indikasi politisasi anggaran kita temukan disini. Dengan praktek-praktek yang terjadi di lapangan jelas sangat membuktikan bagaimana kekuasaan penguasa yang ada di blora mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun,” ucap Eksi dalam orasinya.

Dalam teatrikal demo tersebut terdapat aksi bagi-bagi uang yang dilakukan seseorang dengan memakai kostum yang berperan sebagai Djoko Nugroho dengan didampingi seseorang yang berperan sebagai istrinya, Umi Kulsum.

“Uangnya dibagikan saja, Bunda juga menjaga protokol kesehatan ya. Mohon dukungannya kepada kita,” ujar seseorang yang berperan sebagai Umi Kulsum.

Sedangkan seseorang yang berperan sebagai Djoko Nugroho melakukan aksi bagi-bagi uang dari koper bertuliskan Uang APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kabupaten Blora.

“Sudahlah, disini pokoknya APBD punya kita. Kita bagikan bantuan uang atau apa sajalah,” katanya.

Uang yang dibagikan dalam aksi teatrikal tersebut bukanlah uang asli, namun uang mainan.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...