Bayi Lumba-lumba di Pantai Cahaya Diberi Nama Sri Kurnia

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kendal – Sri Kurnia, itulah nama yang diberikan oleh Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) yakni Siti Nurbaya untuk bayi lumba-lumba di Pantai Cahaya yang terletak di Desa Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari Kendal.

Sri Kurnia merupakan Bayi lumba-lumba yang dilahirkan dari hasil breeding induk jantan Suares dan betina Camelia. Bayi lumba-lumba yang mungil tersebut lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa (LKTS) Pantai Cahaya yang dikelola PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) pada tanggal 29 Juni 2020 lal.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Jawa Tengah, Ilmi Budi Martani menyampaikan bahwa bayi lumba-lumba lahir dalam kondisi sehat, dan diberi nama oleh Menteri LHK dengan sebutan “Sri Kurnia”.

“ Bu Menteri memberi nama “ Sri Kurnia” setelah BKSDA Jawa Tengah mengajukan nama kepada direktur. Namun direktur malah mengajukan kepada Dirjen lalu sampai kepada Bu Menteri,” kata Ilmi saat menyerahkan surat kelahiran bayi lumba-lumba kepada Direktur PT WSI di Obyek Wisata Pantai Cahaya, Rabu (18/11/2020).

Ilmi melanjutkan, dirinya mewakili Kepala BKSA Jawa Tengah, dan Ilmi juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak LKTS PT WSI yang telah mendukung upaya penyelamatan satwa dilindungi dengan berhasil mengembangbiakan satwa lumba-lumba.

” Mengingat tingkat keberhasilan breeding dan tingkat hidup bayi lumba-lumba sangat rendah maka kelahiran Sri Kurnia menjadi tantangan bagi PT WSI untuk melakukan kajian saran dan prasana kolam, nutrisi dan mikroklimat yang sesuai untuk mendukung breeding,” paparnya.

Sementara itu, Direktur PT WSI Yanuar Handoko mengaku, kelahiran bayi lumba-lumba ini merupakan kelahiran bayi lumba-lumba yang ke lima dari induk yang berbeda.

“Alhamdulillah, perawatan bayi lumba-lumba yang kini berusia 5 bulan ini tidak ada kendala apapun, meski kelahiran bayi lumba-lumba tersebut berada di masa pandemi covid-19,” ungkapnya.

Yanuar berharap, breeding yang dilakukan oleh PT WSI bisa terus berjalan dengan baik dan 5 tahun mendatang bisa lahir bayi lumba-lumba lagi.

Humas PT WSI, dr Vian menambahkan, bayi lumba-lumba dan Induknya tersebut sejak lahir di tempatkan di kolam yang terpisah dengan lumba-lumba yang lain. Hal tersebut dilakukan demi mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi pada bayi lumba-lumba akibat ulah liar lumba-lumba dewasa.

“Bayi lumba-lumba ini selalu bersama dengan induknya agar mempermudah bayi lumba-lumba menyusu pada induknya,” terangnya.

Dikatakan, bayi lumba-lumba paling tidak selama satu jam menyusu induknya sampai 7 kali hingga bayi lumba-lumba berusia 2 tahun.

“ Bayi lumba-lumba, saat dilahirkan memiliki panjang kurang lebih 60 centimeter dan diusia 5 bulan seperti saat ini, panjang bayi lumba-lumba yang tumbuh dengan sehat telah mencapai panjang 120 centimeter,” pungkasnya.

(Zam)


Loading...

Pos terkait

Loading...