Bendungan Watu Turi Siap Dibuka Dengan Standart Prokes Berjalan

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Kegiatan simulasi penerapan protokol kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pada Daya Tarik Wisata serta pelaksanaan penerapan 3M yakni memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak yang berada di lokasi wisata air bendungan watu turi Gampengrejo,dalam rangka persiapan nantinya apabila lokasi tersebut di buka setelah mendapatkan ijin secara resmi oleh Pemerintah Daerah.kamis(19/11)

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Disbudpar Kabupaten Kediri Adi Suwignyo,Perwakilan dari Kepolisian,TNI,Satpol PP Kabupaten Kediri serta para pedagang lapak yang ada di lokasi wisata bendungan watu turi.

Dalam sambutannya Kepada Disbudpar Adi menerangkan”simulasi ini dilakukan dalam persiapan nantinya apabila lokasi wisata tersebut sudah mendapatkan ijin secara resmi dari pemerintah daerah untuk melaksanakan aktifitas seperti biasanya tetapi di bawah kendali,mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19″.

Dalam hal ini salah satunya adalah dengan cara menerapkan 3M dan protokol kesehatan yang ketat nantinya,pengukuran suhu tubuh perlu dilakukan kepada wisatawan sebelum memasuki objek wisata, mewajibkan wisatawan memakai masker dan mencuci tangan serta mengatur kapasitas jumlah pengunjung guna menghindari kerumunan,”imbuhnya.

Mnambahkan”untuk pengelola objek wisata wajib menyediakan tempat cuci tangan dan tempat sampah bagi wisatawan di setiap lokasi strategis serta selalu menjaga objek wisata agar selalu bersih dan lestari”.

“Perlu disiagakan petugas yang secara rutin mengawasi penerapan protokol kesehatan wisatawan.Perlu juga pusat informasi yang selalu mengingatkan wisatawan agar selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak dengan wisatawan lain,” jelasnya.

Dia menambahkan hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 mengingat hingga saat ini masih terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif.

“Karena itu perlu dilakukan pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata untuk menghindari kerumunan dan penularan. Yang paling penting diperhatikan oleh pengelola objek wisata adalah bahwa libur panjang ini belum saatnya untuk mengejar target kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi dijadikan sebagai momentum dan upaya pemulihan serta adaptasi,” katanya.

Terakhir disampaikan”disiplin penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan guna menjaga rasa aman dan nyaman selama berekreasi”.ucap Adi di akhir sambutanya.(pan/kom)


Loading...

Pos terkait

Loading...