Bawaslu Blora Teruskan Kasus Pelanggaran Dugaan Bansos ke Mendagri dan KASN

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora meneruskan hasil penanganan dugaan pelanggaran terkait pembagian bantuan sosial (bansos) korban angin puting beliung ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ketua Bawaslu Blora, Lulus Mariyonan mengatakan berdasarkan pembahasan sentra Gakkumdu Kabupaten Blora pada Jumat (20/11) kemarin, terhadap 4 (empat) terlapor dalam kasus tersebut belum memenuhi unsur pidana dan belum cukup alat bukti.

Bacaan Lainnya

“Kami telah lakukan pembahasan bersama Sentra Gakkumdu terkait pembagian bantuan sosial korban angin puting beliung di Kutukan Kecamatan Randublatung. Hasilnya, unsur pidana pemilihan belum terpenuhi dan alat bukti belum cukup,” terangnya, Sabtu (21/11/2020).

Para terlapor itu diantaranya, Bupati Blora Djoko Nugroho, Camat Randublatung Budiman, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Blora Mulyowati dan Kasmiran simpatisan salah satu pasangan calon peserta Pilkada Blora Tahun 2020.

Lulus menambahkan, berdasarkan pleno anggota telah memutuskan meneruskan dugaan pelanggaran hukum lainnya ke Mendagri untuk Terlapor I, Bupati Blora Djoko Nugroho. Sedangkan untuk Terlapor II, Camat Randublatung Budiman dan Terlapor III, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Blora Mulyowati ke KASN.

“Sesuai mekanisme penanganan pelanggaran Bawaslu, karena ada dugaan pelanggaran hukum lainnya, Bawaslu Blora rekomendasikan pelanggaran tersebut ke Mendagri untuk Bupati, dan KASN untuk ASN,” jelasnya.

Pelanggaran Bupati disebutkan berkaitan pelanggaran UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara ASN berkaitan pelanggaran UU 5/2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah 42/2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS, dan Peraturan Pemerintah 53/2010 tentang disiplin PNS.

Sebelumnya, Bupati Blora Djoko Nugroho dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan pembagian bansos korban angin puting beliung di Dukuh Turi Desa Kutukan Kecamatan Randublatung pada Selasa (10/11) lalu yang disisipi kalender dan masker bergambar paslon 03. Pelaporan ini juga menyeret sejumlah nama diantaranya Budiman sebagai Camat Randublatung, dan Mulyowati selaku Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Blora.
(Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...