Mas Dhito Kunjungi Komunitas,Tampung Uneg-Uneg Hingga Berikan Solusi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Calon Tunggal Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau biasa di sapa Mas Dhito pada agenda blusukan hari ini ada yang sedikit berbeda dari biasannya.sabtu(21/11)

Seperti biasa kunjungan dari paguyupan,komunitas ataupun pelaku UMKM sudah menjadi sebagian agenda rutin Calon Bupati muda tersebut,kali ini berlokasi di seputaran Kecamatan Ngadiluwih tepatnya di Desa Banjarejo,Mas Dhito selain sapa salam kepada warga sekitar jaga meninjau salah satu usaha lokal yaitu pabrik kerupuk.

Selepas tinjau pabrik kerupuk,mas dhito juga menyempatkan diri bertemu dengan salah satu kelompok masyarakat di desa tersebut,Kelompok yang mengatasnamakan”Trate Bersatu dan relawan Halper”merupakan suatu perkumpulan wirausahawan yang bergerak di bidang perikanan ataupun tanaman hias dan hingga saat ini  mereka juga sudah merambah ke produksi kain batik tradisional.

Hal yang berbeda kali ini,yang mana Mas Dhito secara khusus menghadiri salah satu undangan dari komunitas Panji Laras guna secara simbolis melakukan memberangkatkan para rombongan peziarah ke poro Wali.

Saat bersama awak media Mas Dhito menyampaikan”pada agenda hari ini,ketika meninjau lokasi pabrik krupuk di desa Banjarejo ada salah satu persolan disitu yang menjadi uneg-uneg para pegawai yaitu banyak yang karyawan tidak memiliki BPJS,akan tetapi disini masih ada solusi atau alternatif bagi warga yang yg belum memiliki BPJS yaitu bisa dicover melalui JAMKESDA”.

“Dengan saya melihat Jamkesda saat ini menurut saya masih terlihat kaku,harapannya kedepan bisa diperlunak agar bisa di rasakan oleh warga Kabupaten Kediri,semisal mengacu pada aturan saat ini yang mana bagi penerima Jamkesda harus dengan syarat rumah tanpa penggunaan listrik,dan hal ini bukan menjamin bahwa warga tersebut tergolong tidak mampu” imbuh Mas Dhito.

“Kedepan kriteria ini juga akan menjadi kajian saya bersama Dinsos maupun Dinkes supaya bisa lebih merata”.

“Ada hal lain yang mengagetkan setelah saya bertemu dengan penggiat UMKM di desa Wonorejo,dimana UMKM yang baru di buka per Februari kemarin untuk jumlah anggotanya sudah mencapai 120 anggota dan produk yang dikenalkan menurut saya sudah bagus,baik secara rasa maupun kemasan,tinggal yang menjadi kendala cara pemasaran saja dan minta di adakan pelatihan”ucap Mas Dhito.

Hingga saat ini pelaku UMKM yang sudah kita bina untuk mendapatkan legalitasnya ada sejumlah 1.220an dan ada 49 orang pelaku UMKM yang sudah kita berikan bantuan modal serta pelatihan khusus untuk mengenalkan produknya ke luar daerah”pungkas mas Dhito di akhir wawancaranya.(pan)



Loading...

Pos terkait

Loading...