Wajah Anak di Sumatera Utara Hari ini

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Anak merupakan titipan dari Tuhan Yang Maha Esa untuk dirawat dan dididik dengan baik. Anak yang masih polos harus memperoleh aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan kejiwaan sang anak. Maka dari itu, tidak boleh ada eksploitasi terhadap anak. Karena hal itu telah melanggar UU Perlindungan Anak.

Kondisi anak di Kota Medan hari ini sangat memprihatinkan. Seperti yang diwawancarai ketika berkunjung ke Salah satu Warung di jalan Sempurna Medan pagi tadi, yaitu seorang anak bernama Sahala yang masih duduk dibangku kelas 2 di salah satu SMP di Kota Medan. Ketika ditanya, mengapa kalian harus bekerja seperti ini? Lantas mereka menjawab ” inilah cara kami agar memperoleh jajan dan menyambung hidup” kata Sahala pada Minggu (22/11/2020)

Sahala dan kawan-kawannya berkeliling membawa tape recorder dan boneka ukuran besar untuk mereka mainkan demi memperoleh sesuap nasi.  Bahkan ada yang usianya lebih muda dari Sahala.
Sangat miris melihatnya. Dalam kesempatan ini, Komunitas Pemuda Pengamat Sumatera Utara angkat suara terkait hal tersebut. Sudah seharusnya pemerintah memperhatikan nasib anak-anak bangsa seperti Sahala. Karena nasib bangsa ini ada ditangan generasi muda bangsa.

Tidak hanya Sahala dan kawan-kawan. Masih banyak lagi yang bernasib  sama seperti Sahala. Ada Nasib Sherli (7 tahun) yang dieksploitasi diduga dilakukan oleh Ibunya sendiri. Mereka adalah sebagian kecil dari anak-anak yang harus berjibaku dengan Kerasnya hidup di jalanan untuk menyambung hidup dan merajut asa.
Sudah seharusnya pemerintah hadir dalam permasalahan sosial bangsa ini. Karena ini merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai pengayom rakyat dan pemerhati rakyat.

Pemerintah harus ingat salah satu tujuan bangsa Indonesia yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu ” …dan untuk memajukan kesejahteraan umum”. Nah, sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk mengatasi Problem ini. Apalagi menjelang Pilkada Serentak Tahun 2020 ini. Semoga akan lahir sosok pemimpin yang menjadi Penyambung Lidah rakyat Indonesia.

(Rizal)


Loading...

Pos terkait

Loading...