Syifa, Batita yang Butuh Uluran Tangan Pemerintah Bojonegoro

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Bojonegoro – Syifa Nur Hidayah (1,8) anak kandung Bowo, warga Desa Kepoh Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro mengalami koma selama kurang lebih 2 minggu sesaat setelah dilahirkan.

Bayi di bawah Tiga Tahun (batita) ini sejak dilahirkan sudah harus berpisah dengan ibu kandungnya, lantaran ibu kandungnya meninggal saat melahirkan Syifa. Sedangkan ayahnya, Bowo sehari-hari bekerja jualan kopi di Desa sebelah.

Bacaan Lainnya

Dari penuturan nenek Syifa, Sriumi kepada analisapublik.com disela-sela beberapa pengurus dan fungsionaris MPC Pemuda Pancasila Bojonegoro beserta PAC Kepohbaru menjenguk Syifa dan memberikan sedikit donasi kepada Bowo, mengatakan, “Bahwa Syifa setelah mengalami koma sering mengalami kejang-kejang dan sudah agak berkurang kejang-kejang tersebut setelah secara rutin kita bawa terapi ke akupuntur di Tawang Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro setiap seminggu 2 kali,” ujarnya dengan sedih di rumahnya, Minggu (29/11/2020).

Pada kesempatan yang sama, Bowo, ayah Syifa mengucapkan terimakasih atas donasi yang diterimanya dari Pemuda Pancasila Bojonegoro.

“Sampai dengan saat ini belum ada sekalipun uluran tangan dari pemerintah, baik melalui medis maupun sosial. Kondisi anak saya saat ini makannya harus melalui selang, karena mungkin ada kelainan di sarafnya atau apa dalam istilah medis. Hingga usia 1,8 tahun ini anak saya belum bisa apa-apa, baik bicara maupun berjalan dan hanya bisa tidur dan digendong saja. Bahkan, tengkurap dan menangis pun belum bisa. Namun perhatian dari pemerintah baik pemerintah desa hingga kabupaten sama sekali belum ada. Beberapa kali diusulkan oleh Ketua BPD desa Kepoh, namun selalu mentah, entah ada apa?” cerita Bowo.

Moch. Nasihin, ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Kepohbaru usai memberikan bantuan mengatakan, “Kami merasa wajib membantu masyarakat yang memang betul-betul memerlukan bantuan sebagaimana yang dialami oleh Mas Bowo ini. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan bisa berempati dan membantu meringankan beban Mas Bowo dengan mengupayakan kesembuhan adik Syifa. Kami berharap jangan dipandang besar kecilnya nominal bantuan yang diberikan tapi itu adalah murni dari saudara-saudara kami, dan kami akan mengawal agar adik Syifa benar-benar mendapatkan haknya untuk mendapatkan bantuan pengobatan dari pemerintah,” terang Hantu sapaan akrabnya.
(Jay/Goen)


Loading...

Pos terkait

Loading...