VONIS LIMA TAHUN BAGI KURIR 400 RIBU BUTIR ZENIT

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | PALANGKA RAYA.Usai diancam Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jumaiyati selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsidair dua bulan penjara, Nurahmat kurir 400 ribu butir zenit akhirnya pada senin 5 Januari 2021 divonis lebih ringan oleh majelis hakim yang diketuai Etri dengan hukuman lima tahun penjara denda Rp 800 Juta Subsidair satu bulan. Rabu 6 -1-2021.

“Ya terdakwa divonis lima tahun atas kepemilikan 400 ribu butir zenit, dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 44 Tahun 2019 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika,” kata Jumaiyati.

Jumaiyati menjelaskan dalam dakwaannya mengatakan sekitar bulan Agustus 2020 sekitar pukul 06.30 WIB saat terdakwa berada dirumahnya di Jalan Muhran Ali, Kabupaten Kotawaringin Timur, terdakwa dihubungi oleh saudari Dewi Wanti (DPO) dengan inti pembicaraan terdakwa diminta untuk mengambil barang berupa obat Zenit dari Banjarmasin dan terdakwa juga diperintahkan untuk menyewa mobil pick up.

“Dimana terdakwa diminta untuk menalangi pembayarannya terlebih dahulu, setelah mendapat petunjuk dari saudari Dewi Wanti sekitar pukul 10.00 WIB terdakwa menyewa mobil pick up jenis Grand Max Nopol KH 8067 FT seharaga Rp. 350.000 per hari dari saksi Hizrah Saputra dengan alasan untuk mengangkut barang pindahan setelah itu terdakwa berangkat menuju Banjarmasin,” katanya.

Dalam perjalanan melintasi Anjir Banjar terdakwa dihubungi oleh seseorang tidak dikenal yang menanyakan posisi terdakwa sekaligus untuk memberikan lokasi janji temu di depan Alfamart jalan Hasan Basri Banjarmasin selanjutnya sekitar Pukul 21.00 WIB terdakwa tiba ditempat yang telah diperintahkan kepada terdakwa.

“Disitu terdakwa bertemu tiga orang, yang mana satu orang biasa dipanggil dengan sebutan Acil Haji, kemudian mobil pick up yang terdakwa kendarai dibawa oleh orang-orang tersebut sedangkan terdakwa diminta untuk menunggu di Alfamart jalan Hasan Basri Banjarmasin,” ucapnya.

Tidak berselang lama mobil tersebut kembali dan terdakwa diberikan uang sebesar Rp. 1.000.000 sebagai upah, setelah itu terdakwa langsung pergi membawa mobil pick up menuju Sampit.Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 2 Agustus 2020 sekitar Pukul 04.00 WIB saat terdakwa berhenti untuk beristirahat di pinggir Jalan Cilik Riwut Km 24, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, kemudian terdakwa dihampiri oleh petugas dari BNNP Kalteng yang menanyakan isi dari muatan mobil pick up terdakwa dan dijawab oleh terdakwa bendera.

“Saat petugas melakukan pemeriksaan ternyata ditemukan Zenit, atas penemuan paket zenit tersebut kemudian dilakukan pengembangan untuk mengamankan saudari Dewi Wanti namun yang bersangkutan tidak ditemukan dirumahnya,” pungkasnya. ( Sgn )


Loading...

Pos terkait

Loading...