Kesandung Korupsi, Mantan Kepala Distanakan Mura Divonis 4 Tahun

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Palangka Raya – Mantan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) tahun 2015-2017 kabupaten Murung Raya (Mura) Ir Ganefo L Amin divonis 4 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor Palangka Raya, Selasa (12/1/2021) yang digelar secara virtual.

Dalam perkara yang sama, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Pertanian, Markus Wandi juga divonis empat tahun penjara. Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU selama 6 tahun Penjara untuk kedua terdakwa.

Kedua terdakwa terlibat perkara korupsi dalam program Kegiatan Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian dan Perkebunan di Kabupaten Mura tahun anggaran 2015-2017 lalu.

Melalui kegiatan pengadaan tanah dan ganti rugi tanaman tumbuh untuk pembangunan balai benih pertanian terpadu yang berlokasi di Desa Olung Siron Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah.

Uang yang seharusnya dibayarkan penuh kepada warga yang berhak untuk pembayaran pengadaan tanah dan ganti rugi tanam tumbuh, namun dipotong oleh Kadis, akibatnya negara dirugikan sebesar Rp. 256 juta, dari total nilai proyek sekitar Rp. 3 miliar.

Atas perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah bersalah melanggar Pasal 12 huruf e Jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Terdakwa satu Ganefo L Amin dan terdakwa dua Markus Wandi menjatuhkan dengan pidana penjara masing-masing selama empat tahun dan pidana denda sebesar dua ratus juta rupiah. Dengan ketentuan, apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan,” ucap Alfon, ketua Majelis Hakim yang didampingi dua Hakim Angggota dan dihadiri JPU dari Kejaksaan Negeri Puruk Cahu serta kuasa hukum kedua terdakwa.

Ganefo dihukum pula oleh Majelis Hakim untuk mengembalikan uang sebanyak Rp.114 juta dan terdakwa Markus Wandi sebanyak Rp.140 juta 300 ribu.

Hakim memerintahkan, uang tersebut agar dititipkan atau dikembalikan kepada Distanakan Kabupaten Mura untuk selanjutnya diserahkan kepada yang berhak, yaitu kepada pemilik tanah, penerima ganti rugi.

Majelis Hakim menyebut, sesuai dengan nilai potongan masing-masing dengan ketentuan, apabila masing -masing terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti tersebut selama satu bulan setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang tersebut dan dalam hal kedua terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang tersebut maka diganti pidana penjara masing-masing selama satu tahun,” pungkas Alfon.

Atas putusan mejelis hakim Pengadilan Tipikor Palangka Raya tersebut, kedua terdakwa Ganefo dan Markus Wandi, menyatakan pikir-pikir. Demikian pula dengan tim Jaksa Penutut Umum dari Kejaksaan Negeri Puruk Cahu, manyatakan pikir-pikir.(Sgn)


Loading...

Pos terkait

Loading...