Mahasiswa KKN UIN Walisongo Belajar Bertanam Hidroponik

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Pati– Bercocok tanam dengan media air atau biasa dikenal dengan Hidroponik mulai diminati para petani milenial. Selain karena perawatannya yang simpel dan tidak memerlukan media tanah yang luas.

Metode tanam tersebut menarik perempuan asal Blora Shoimul Kharimah bersama teman- temannya yang tergabung dalam KKN MIT DR-XI UIN Walisongo Semarang. Mereka melakukan kunjungan di Desa Kauman Kecamatan Juwana Kabupaten Pati untuk mengenal dan belajar bercocok tanam melalui media Hidroponik. Jum’at (15/01).

Bacaan Lainnya

Anggi Maulana, seorang lulusan S1 Teknik Elektro yang kini berkecimpung di dunia Hidroponik mengungkapkan, awalnya ia hanya ingin memanfaatkan halaman rumahnya yang kosong agar bisa bermanfaat. Dari sinilah muncul kreatifitas bertanam dengan Hidroponik. Dan siapa sangka berlat ketekunannya, kini ia mampu menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya dari bertanam Hidroponik.

“Bertanam melalui media hidroponik tidaklah susah dan tidak juga mudah, kita hanya perlu menjamin bahwa tanaman sudah ternutrisi dengan cukup. PH air juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Untuk tanaman dibsini PH nya saya atur antara 5,5-6,5,” terangnya.

Lebih lanjut, Anggi menyampaikan, sistem cocok tanam hidroponik terdiri dari berbagai macam yakni mulai dari sistem wick (sumbu), NFT ( Nutrient Film Technique), DFT (Deep Flow Technique), Ebb and Flow, Deep water Culture dan Drip. Dari semua sistem hidroponik yang ada semua mempunyai karakteristik dan keuanggulannya sendiri. Bagi yang tertarik, bisa memilih salah satu diantaranya yang sesuai dengan kondisi ruang yang dimiliki.

“Proses pembibitan hingga panen. Proses pertama dalam pembuatan tanaman hidroponik yaitu persiapan alat dan bahan, pemilihan bibit, penyemaian benih, pembesaran pada sistem hidroponik, pembuatan nutrisi, perawatan tanaman dan terakhir adalah panen. Untuk masa panennya sekitar 30-45 hari,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut, Anggi juga mempersilahkan para mahasiswa untuk memanen sayuran yang siap dipanen. Dirinya berpesan kepada para mahasiswa untuk dapat mulai mengembangkan tanaman hidroponik organik dengan ketersediaan lahan yang sempit seperti halnya di perkotaan ataupun lahan yang tandus. Media yang sederhana metode hidroponik dapat menjadi solusi.

Penulis : Shoimul Kharimah, Mahasiswa KKN MIT DR-XI UIN Walisongo Semarang.


Loading...

Pos terkait

Loading...