Kenaikan Pangkat ASN di Lingkup Pemkab Tasikmalaya Gratis

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Tasikmalaya – Kenaikan pangkat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah kab Tasikmalaya tidak dipungut biaya alias gratis.

Hal tersebut ditegaskan Hanif selaku Kasi Kepangkatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kab Tasikmalaya saat ditemui di kantornya, Rabu (20/01/2021).

Hanif mengatakan, bahwa kenaikan pangkat ASN di lingkungan pemerintah kab Tasikmalaya tidak dikenakan biaya, pihaknya hanya menampung usulan dari dinas dan diteruskan ke badan kepegawaian negara (BKN).

“Ya, tentunya yang sudah memenuhi persyaratan seperti angkat kredit sudah terpenuhi, itu juga bila dari BKN tidak lulus, maka berkas tersebut di kembalikan kepada yang bersangkutan,” kata Hanif.

Adapun lanjutnya, mengenai pengajuan kenaikan pangkat itu di usulkan oleh dinas melalui bagian kepegawaian masing masing SKPD ataupun bagian tata usaha di tiap UPT/sekolah. Sedangkan mengenai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) itu harus dibuat sendiri oleh yang bersangkutan.

“Mengenai adanya informasi ada pengeluaran uang untuk biaya kenaikan pangkat, itu bukan kewenangan kami,” tegas Hanif.

Untuk tahun 2021 kenaikan pangkat di lingkungan Pemerintah kab Tasikmalaya sekitar 500 orang, baik dari struktural maupun dari fungsional.

“Kami lupa lagi rincian keseluruhannya, kurang lebih 500 orang. Itu menurun dari yang sebelumnya tahun 2020 sekitar 1.000 orang,” kata Hanif.

Ia berharap kenaikan pangkat untuk tahun ini bisa berjalan lancar dan
Berhasil sesuai dengan usulan yang di harapkan.

Sementara itu, salah seorang penilai kenaikan pangkat di lingkungan Dinas Pendidikan kab Tasikmalaya melalui telepon seluler membenarkan jika untuk kenaikan pangkat tidak dipungut biaya alias gratis.

Untuk biaya tambah sumber, hanya penerbitan jurnal oleh masing masing orang yang mengusulkan kenaikan pangkat ke lembaga yang bisa menerbitkan jurnal. Sedangkan mengenai PTK harus dibuat oleh yang bersangkutan.

“Namun masih ada saja yang diduga dikerjakan oleh orang lain, saya pernah menemukan PTK, tapi nama sekolahnya bukan atas nama yang bersangkutan, akhirnya PTK tersebut saya kembalikan untuk diperbaiki,” tandas sumber. (Suryaman).


Loading...

Pos terkait

Loading...