Residivis Penggelapan Motor Dalam Aksi di Lintas Propinsi

  • Whatsapp

ANALISA PUBLIK.COM | Kotawaringin Barat- Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah dan didampingi Kasatreskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani mengungkapkan bahwa, seorang pemuda yang berinisial Ret (24) yang kecanduan melakukan penggelapan motor. Sebelumnya juga pernah berusan dengan pihak yang berwajib dengan kasus yang sama pada tahun 2017.

Pelaku ini dalam aksinya melalang buana di propinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Adanya laporan masyarakat yang merupakan korban. Di Kotawaringin Barat sebanyak 7 unit sepeda motor dan 1 hp IPhone 11 pro max, pelaku ini dapat memperdaya korban dengan dalih meminjam motor untuk keperluan, kemudian membawa kabur kendaraan dan menjualnya.

Pihak Polres Kobar menindak lanjuti hal tersebut. Lantaran pelaku ini berpindah-pindah tempat maka Polres Kobar melakukan koordinasi dengan Polres lainnya yang berada di Kalimantan Tengah. Setelah sekian lama dilakukan pencarian maka pihak Polres Kotawaringin Timur membekuk pelaku ini di Jl Rahadi Usman Sampit,katanya. Di Mapolres Kobar. Pada hari Rabu, (20/01/2021).

“Perkara ini terjadi adalah tindak pidana penggelapan yang dilakukan Ret, juga merupakan residivis dengan perkara yang sama pada tahun 2017 dalam hal ini sudah dilakukan proses sebelumnya. Dasar kita melakukan penyidikan kasus ini, ada 7 Laporan Polisi dengan barang bukti 7 unit sepeda motor dan 1 hp merk IPhone 11 pro max. Dengan modus operandi pelaku meminjam motor korban dengan alasan untuk keperluan namun pada akhirnya motor tersebut dijual ke orang lain,” jelas Devy.

Kemudian Kapolres menjelaskan dari pengakuan pelaku Ret bahwa, uang dari hasil penjualan motor ini buat berhura-hura dan berpergian ke Banjarmasin.

“Dari pengakuan tersangka uang yang dihasilkan dari kejahatan itu dipergunakan jalan-jalan ke Banjarmasin untuk berfoya-foya,” jelasnya.

Lebih lanjut Devy Firmansyah menyampaikan adanya keterlibatan 2 orang lagi dalam pengembangan kasus ini yang mana pihaknya telah mengamankan AR dan AS yang di duga sebagai penadah yang berada di Banjarmasin.

“Kami juga mengembangkan dari kasus tersangka Ret ini, dengan melakukan penangkapan terhadap 2 orang sebagai pertolongan jahat atau penadah dengan tersangkanya AR dan AS. Adapun modusnya Ret menggadaikan kepada AR dan AS yang berada di Banjarmasin. Dalam pemeriksaan alasan AR dan AS membeli motor ini karena tergiur harga murah, kata Kapolres.

Akibat perbuatan ini Ret dijerat pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Begitu juga para penadah motor dari hasil penggelapan dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Kapolres mengimbau bagi masyarakat yang menjadi korban dari perbuatan Ret, silahkan untuk melaporkan ke kantor Polisi terdekat dengan membawa legalitas kelengkapan bukti kepemilikan kendaraan ataupun barang lainnya. Karena pengakuan pelaku tidak bisa dijadikan tolak ukur terkait jumlah kendaraan yang digelapkan, kemungkinan juga masih ada korban lainnya.

“Bagi masyarakat yang pernah menjadi korban Ret jangan ragu untuk melapor ke Polres Kobar maupun ke Polsek yang terdekat. Dengan membawa legalitas yang kita bawa seperti BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor). Karena dalam pengakuannya jumlah motor yang di gelapkan Ret di duga masih tidak jujur, yang sifatnya manusiawi,” pungkasnya.

(Riduan HD).


Loading...

Pos terkait

Loading...