Inilah Besaran Santunan Bagi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang dana kecelakaan lalu lintas jalan, jumlah santunan yang diberikan kepada korban berbeda-beda tergantung tingkat luka yang dialami, Sabtu, (23/01/2021).

Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Blora, Wahyul Huda menjelaskan kriteria tentang siapa saja yang berhak mendapatkan santunan tersebut. Namun, tidak semua korban mendapatkan santunan dari Jasa Raharja dan harus melalui prosedurnya.

Bacaan Lainnya

“Tidak semua korban kecelakaan lalu lintas mendapatkan santunan dari Jasa Raharja, karena semua sudah diatur pemerintah,” ucap Wahyul Huda.

Guna meringankan beban korban kecelakaan bermotor, PT Jasa Raharja memberikan jaminan berupa asuransi melalui Sumbangan Wajib Dana kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dilakukan secara periodik (setiap tahun) di kantor Samsat pada saat pendaftaran atau perpanjangan STNK.

Berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan RI No.15 dan 16/PMK.10/2017 Tanggal 13 Februari 2017, besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas darat tergantung tingkat luka yang dialami.

Rinciannya, santunan sebesar Rp 50 juta diberikan kepada korban cacat tetap atau meninggal dunia usai mengalami kecelakaan. Sedangkan untuk korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit maksimum Rp 20 juta.

Apabila korban meninggal dunia tidak memiliki ahli waris, maka Jasa Raharja menyediakan dana Rp 4 juta untuk penggantian biaya penguburan. Selain itu, menyediakan manfaat tambahan biaya P3K maksimum Rp 1 juta dan ambulans maksimum Rp 500 ribu kepada korban luka-luka.

Lebih lanjut, Wahyul mengungkapkan biaya perawatan ini diakomodasi setelah mendapat laporan Polisi dari Satuan Lalu Lintas. Surat laporan dari kepolisian itu mutlak harus ada, sehingga santunan kematian atau yang cedera bisa segera dikeluarkan.

“Kami harapkan setiap ada kasus kecelakaan lalu lintas yang ada korban jiwanya atau korban yang luka-luka berat segera laporkan ke polisi, sehingga bisa dikeluarkan surat keterangan,” pungkasnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...