Kejari Banyuwangi Tetapkan 6 Tersangka Dalam Dugaan Korupsi BTN

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi telah menetapkan enam orang tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam permohonan PT ADI JAYA di program Kredit Yasa Griya Bank Tabungan Negara (BTN) pada tahun 2012, dengan kerugian negara mencapai Rp. 3,8 miliar.

Adapun inisial nama tersangka diantaranya, YST yang saat itu menjabat sebagai Analis Credit Comersil, EK yang saat itu menjabat sebagai Head Comercil, HW yang saat itu menjabat sebagai Kepala BTN Cabang jember

Menurut Kajari Banyuwangi melalui Kepala Seksi Intelijen, Hendro Wasisto, SH.MH, penanganan kasus korupsi permohonan kredit program Yasa Griya yang diajukan oleh PT ALDI JAYA telah masuk proses penyidikan.

“Tim Penyidik Kajari Banyuwangi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut , “ ucap Hendro Wasisto saat dikonfirmasi, Rabu (27/01/2021).

Lebih lanjut, Kasie Intelijen Kejari banyuwangi ini menjelaskan jika terungkapnya kasus ini berawal dari permohonan kredit program Yasa Griya yang diajukan oleh PT. ALDI JAYA kepada BTN dengan mengunakan dokumen agunan yang diduga fiktif.

“Dokumen yang dijadikan agunan ke BTN berupa sertifikat tanah ternyata fiktif , “ ucapnya.

Hendro pun membeberkan bahwa pada saat pengajuan kredit ke BTN, status tanah yang diajukan oleh PT. ALDI JAYA belum ada pelepasan hak dari pemilik dan masih atas nama perorangan.

“Makanya dalam kasus ini menetapkan enam tersangka, karena banyak pihak-pihak lain yang terlibat bukan hanya sebatas dari pihak BTN maupun PT ALDI JAYA , “ jelasnya.

Kemudian untuk pihak-pihak lain yang bisa diduga terlibat tersebut, bisa dari pihak Notaris yang mengetahui secara formil bahwa itu tidak benar namun masih tetap dilakukan, kemudian bisa juga dari internal BTN sendiri.

“Banyak lah dokumen yang dipalsukan, dengan terungkapnya kasus ini, banyak obyek salah satunya berlokasi di Perumahan Garuda di Kecamatan Giri yang menjadi obyek penyitaan , “ ungkapnya.

Ia juga menerangjan jika penetapan tersangka atas dugaan kasus korupsi ini dilakukan pada Bulan Nopember 2020 lalu. Dan sekarang penyidik akan menyerahkan berkas tahap satu ke Jaksa Penuntut Umum tinggal menunggu penetapan sita pengadilan.

“Sudah mau tahap 1, tinggal menunggu penetapan sita dari pengadilan,” imbuhnya.

Namun sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, pihak-pihak yang terkait lainnya belum bisa dikonfirmasi.

Sekedar diketahui, saat itu wilayah Kabupaten Banyuwangi masih dibawah naungan BTN Cabang Jember.

(Pewarta : Budi Rosiono)


Loading...

Pos terkait

Loading...