Bupati Tulungagung Gagal Ikut Vaksinasi Covid 19 Karena Terganjal Usia

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Tulungagung.Secara simbolis sebanyak 20 pejabat Forum Pimpinan Daerah dan tokoh masyarakat Tulungagung menjalani vaksinasi di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung,Kamis(28/1).

Namun tujuh di antara mereka gagal disuntik vaksin Covid-19 karena gagal saat skrining. Bahkan salah seorang di antaranya dinyatakan positif Covid-19, berdasar hasil swab PCR sehari sebelumnya. Dan lima lainnya karena tekanan darah tinggi serta satu orang menderita flu.

“Tekanan daerah yang diperbolehkan maksimal 140/90. Lebih dari itu ditunda dulu,” terang Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rokhmad.

Kasil Rohmad mengatakan, sebenarnya untuk yang tekanan darah tinggi bisa istirahat sebentar dan rileks. Jika diperiksa ulang tekanan darahnya bisa turun, maka vaksinasi bisa dilaksanakan.Tapi jika tidak ada perubahan, maka penyuntikan vaksin wajib ditunda.

“Beliau-beliau nanti bisa vaksin lagi sewaktu-waktu jika kondisinya siap. Bisa lewat 40 Faskes yang sudah disiapkan,” terang Kasil.

Lima orang yang mengalami tekanan darah tinggi adalah perwakilan gereja, perwakilan media massa, kepala BPBD, Ketua Pengadilan dan Ketua DPRD. Sedangkan satu orang yang minta ditunda karena flu adalah Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto.

Lebih jauh Kasil mengungkapkan, kondisi ini bisa menjadi gambaran vaksinasi masyarakat Tulungagung kelak.

“Dari 20 orang, ada tujuh yang tertunda karena kondisinya. Bayangkan dari ratusan ribu warga berapa yang akan tertunda,” ungkap Kasil.

Saat ini jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung sekitar 1.089.775 jiwa. Untuk membentuk kekebalan kelompok, diperlukan 700.000-800.000 ribu warga yang harua divaksinasi. Sedabgkan ada warga yang tidak mungkin menerima vaksin, seperti yang punya penyakit berat dan ibu hamil.

“Harapannya 70 persen warga yang sudah divaksin ini yang akan melindungi kelompok berisiko,” terang Kasil.

Proses vaksinasi tahap satu untuk SDM kesehatan ditargetkan selesai satu minggu. DAan salah satu yang cukup berat adalah pelaksanaan vaksinasi di RSUD dr Iskak. Di rumah sakit milik Pemkab Tulungagung mempunyai 1.486 karyawan, paling banyak di antara Faskes yang melakukan vaksinasi.

“Butuh tujuh hari untuk memvaksin semua karyawan RSUD dr Iskak. Kalau puskesmas kan sedikit,” tambah Kasil.

Total ada 5.371 tenaga Kesehatan yang akan menerima vaksin pada tahap satu. Dan sebanyak 40 Faskes telah disiapkan untuk penyuntikan vaksin, yaitu 32 puskesmas, RSUD dr Iskak dan tujuh rumah sakit swasta.

Beberapa pejabat yang memenuhi syarat dan divaksin hari ini diantaranya adalah Sekertaris Daerah, Kapolres,Dandim 0807, Kepala Kejaksaan Negeri, serta Kepala Dinas Kesehatan. Sementara itu Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo tidak dapat menerima vaksin Covid 19 ini karena alasan usia yang tidak memenuhi syarat, karena vaksin Covid 19 dari sinovac hanya dikhususkan bagi yang berumur antara 18 sampai 59 tahun sedang Bupati Maryoto Bhirowo sudah berumur diatas 60 tahun.

“Vaksinasi yang dilakukan pada tokoh dan pemuka Tulungagung ini merupakan percontohan dalam rangka pencegahan Covid 19, nantinya seluruh masyarakat Tulungagung akan mendapat giliran tinggal menunggu penjadwalan,” ucap Maryoto.

Bupati menandaskan minimal harus 70 persen dari seluruh populasi penduduk Kabupaten Tulungagung yang mendapat kan vaksin Covid 19.(endi sunaryo)


Loading...

Pos terkait

Loading...