Saldo Tabungan Nasabah di Kantor Pos Kelumpang terkuras hingga ratusan juta.

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kotabaru-Sejumlah nasabah Pos Indonesia yang beralamat di Jl H. Abdullah desa pantai kecamatan kelumpang selatan Kotabaru merasa kecewa menabung di Kantor Pos.

Itu di karenakan setelah mereka mencek saldo tabungan mereka yang di simpan di tabungan Kantor Pos mendadak berkurang drastis dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Berawal dari informasi yang di terima wartawan beberapa waktu lalu dari salah seorang nasabah yang tabungannya mencapai 188 juta terkejut setelah melihat saldo tabungannya sisa 10 juta.

“Astagfirulllaaah Kaget bukan main setelah ulun cek saldo hanya sisa 10 juta,”Ucap H. Isar sebutan sehari sehari.

Tidak berhenti disini H isar lalu memprint rekening korannya untuk bukti pengaduannya ke Kantor Pos induk yang ada di batulicin,alhasil dari bukti print di ketahui sejak 2017 saldonya di debet per-25juta dalam sekali debet.

untuk mengetahui itu semua H. Isar menemui eks Kepala pos indonesa cabang kotabaru yang ada di pantai dan saat ini dipindah tugaskan ke Pos induk Batulicin untuk menanyakan hal tersebut.

Menurut H.Isar karena selama ini menabungnya melalui eks Kepala Pos tersebut jadi ingin menanyakan apa penyebabnya saldo tabungannya bisa terdebit tanpa dia ketahui.

Setelah melengkapi berkas dan bukti H. Isar kemudian menemui Eks Kepala Kantor Pos pantai yaitu saudara Didi di batulicin.

“pokoknya bagaimana caranya uang saya harus kembali,” tanya H.Isar ke Didi eks kepala Pos Pantai dengan nada kesal dan emosi.

Ketika ditanya wartawan soal permasalahan ini apakah hanya H.isar saja yang mengalami saldo berkurang kemudian H. Isar menjawab ternyata bukan Hanya H. Isar.

“Banyak mas bukan saya aja dan kemaren sebagian nasabah sudah melakukan pertemuan yang di kordinatori oleh Sakran, “ujar H.isar.

Kemudian media ini mehubungi Sakran Via Whatsapp dengan menanyakan kebenaran apakah benar melakukan pertemuan dengan nasabah yang saldo tabungannya terdebit secara misterius itu.

“iya mas kami mengadakan pertemuan ,tapi tidak semua nasabah hanya sekitar tujuh orang, “ucap Sakran

Lebih jauh sakran menjelaskan mengenai masalah ini akan dilakukan pengumpulan rekening koran untuk di adukan ke Kantor Pos induk yang ada di batulicin.

“ini dalam proses pengumpulan bukti,dan rencananya dalam waktu dekat kami akan sama sama ke Pos Induk Batulicin untuk meminta pertanggung jawaban,”jelas Sakran,jumat (29/1/21) pagi.

Terpisah Eks Kepala Pos Indonesia yang sebelumnya bertugas di pantai Didi saat di konfirmasi wartawan via whatsapp dia hanya menjawab singkat dan selalu menolak untuk menjelaskan secara detail apa penyebabnya permasalahan tabungan nasabah yang berkurang secaea misterius ini bisa terjadi.

“belum mas tunggu dulu masih di data,”jawabnya singkat via whatsapp .

Ditanya mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pengembalian saldo nasabah didi tidak mau menjawab.(duki)


Loading...

Pos terkait

Loading...