Vaksin Sinovac Tahap 1 Tiba di Biak

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak – Sebanyak 2520 dosis vaksin Sinovac tahap pertama tiba di Biak pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2021. Vaksin Sinovac kemudian disimpan pada ruang penyimpanan Dinas Kesehatan Biak Numfor.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Biak, Ruslan mengatakan vaksin akan diberikan kepada 1160 tenaga kesehatan (Nakes) pekan kedua dibulan Februari setelah dilaunching oleh Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap.

“Vaksinansi akan bertahap dilakukan dan untuk tahap pertama, diperuntukkan bagi nakes yang telah didaftar sebanyak 1160 orang,” kata Ruslan di Biak ,Jumat (29/1/2021).

Ia menjelaskan, petugas penyuntik vaksin atau vaksinator, telah dilatih dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua sebanyak lima vaksinator sehingga total 85 vaksinator untuk 17 faskes yang akan bertugas memberikan vaksinasi.

“Setiap vaksinator secara selektif dipilih dan dilatih demi kelancaran vaksinasi di setiap faskes. Khusus bagi nakes yang akan divaksin adalah nakes yang telah memenuhi syarat kesehatan sebagai penerima vaksin di tahap pertama,” tegasnya.

Jumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang telah disiapkan dan mmenuhi syarat pemberian Vaksinasi sebanyak 17 faskes terdiri dari 12 faskes dari puskesmas dan 5 faskes Rumah Sakit dan Klinik yaitu RSUD, RSAL, RSAU Manuhua, Dankesya Korem dan Klinik Polres Biak Numfor.

Ruslan dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 berdasarkan Data Tim Satgas Covid Kabupaten Biak Numfor yang mencatat akumulasi kasus hampir menembus 1000 kasus hingga tanggal 29 Januari 2021.

“Biak Numfor hari ini 999 kasus terpapar Covid-19 dengan jumlah pasien sembuh 858 orang,yang dirawat atau menjalani isolasi mandiri 103 orang dan meninggal dunia 37 orang,”ungkapnya.

“Kabupaten Biak Numfor menyumbang 0,1% terhadap kasus Covid Nasional secara akumulatif yang menembus lebih dari satu juta,sehingga sangat dibutukan upaya pencegahan dan pengendalian terpadu dari segala pihak dalam menerapkan 5 M,bukan lagi 3M yaitu memakai masker,mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir,menjaga jarak,menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” tutur Ruslan.

“Kasus Covid-19 terus meningkat dan Biak Numfor memiliki angka kematian yang cukup tinggi,tercatat dalam bulan Januari 2021 yang meninggal dunia sebanyak 7 orang sehingga angka case fatality rate mencapai 7,12% dan juga angka kesakitan sebesar 6,05/1000 penduduk, angka tersebut sangat tinggi dari yang ditetapkan WHO untuk case fatality rate sebesar 1% dan angka kesakitan 5/1000 penduduk,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain Vaksinasi Dinas Kesehatan telah melakukan sosialisasi dan edukasi serta survey kelaikan di 16 SMA dan pihak gereja. (JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...