Sering Operasi Yustisi, Masih Banyak yang Sepelekan Penggunaan Masker

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM,LAMONGAN– Tim Satgas Covid-19 Karanggeneng kembali menggelar operasi yustisi, pagi. Dipusatkan di Jalan Raya Depan Polsek Karanggeneng, Kecamatan Karanggeneng. Operasi ini melibatkan unsur gabungan Satpol PP, TNI, dan Serta Beberapa tim Kesehatan Puskesmas Karanggeneng.Senin (22/2/2021)

Kendati ini sudah kesekian kalinya operasi dilakukan, petugas masih saja mendapati pengguna jalan yang abai protokol kesehatan. Tidak memakai masker dengan benar, atau tidak membawa masker sama sekali.

Pantauan redaksi Analisapublik.Com  pukul 09.33 Wita, petugas melakukan penyekatan di titik operasi. Setiap pengguna jalan yang melintas diperhatikan satu per satu. Penggendara yang baru mengenakan masker ketika melihat ada operasi, langsung diminta menepi oleh petugas. Begitu pula dengan bagi mereka yang mengenakan masker di bawah dagu. Apalagi yang tak membawa masker sama sekali.

Operasi dan Pengendalian, .Iptu Raksan,SH (Kapolsek) mengatakan, operasi yustisi semacam ini digelar nyaris saban hari. Pagi-malam. Pagi-sore. Atau sore-malam. Lokasinya dibuat acak. Selalu melibatkan unsur gabungan terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri. Durasi sekali operasi sekitar 1-2 jam.

”Enggak bisa juga kelamaan.Masih Banyak giat kan enggak bagus juga,” kata .Iptu Raksan,SH(Kapolsek)

Berdasarkan amatan pihaknya, kedisiplinan publik Karanggeneng memakai masker sejatinya semakin baik. Ini bisa dilihat dari jumlah pelanggar prokes yang terjaring.
Dalam operasi yustisi tersebut dengan hasil sebagai berikut
– 35 orang membawa masker tetapi tidak di pakai pada tempatnya di berikan teguran fisik dan teguran lisan.
– 18 orang membawa masker di simpan di dalam saku di berikan teguran tertulis.

”Bahkan pernah cuma 5 orang,” sebutnya.

Iptu Raksan,SH (Kapolsek) menyebut, sepanjang 2021 ini, yang sering terjaring operasi yustisi adalah warga luar kota. Semisal sopir truk atau kendaraan pribadi yang membawa barang dari luar kota.

“Kalau wilayah karanggeneng Insya Allah mulai taat. Yang sering kami temui itu warga luar kota,” katanya.

Teknis operasi yustisi ini masih sama dengan diawal-awal. Pelanggar prokes didata oleh petugas. Setelahnya mereka mendapat sanksi sosial. Bila usia terbilang muda, diminta melakukan aktivitas fisik sembari menghitung gerakan fisik (push Up) pelanggar prokes. Sementara yang berusia tua, dipakaikan rompi dan membaca ikrar agar tak lagi mengabaikan prokes.

Kabiro : Nur s.


Loading...

Pos terkait

Loading...