Budak Sabu, Oknum Polisi di Kalteng Dituntut 16 Tahun Penjara

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | PALANGKA RAYA – Sebagai anggota kepolisian yang seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat ternyata tidak dilakukan oleh Gusnarwardy.

Bagaimana tidak, ia harus berurusan dengan hukum dan duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Palangka Raya karena menjadi budak sabu.

Saat menjalani persidangan dengan agenda tuntutan, Gusnawardy terancam hukuman 16 tahun penjara denda Rp 1 Miliar subsidair enam bulan penjara.

Ancaman tersebut menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wagiman bahwa terdakwa Gusnawardy dijerat pasal 122 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Pertimbangannya karena terdakwa merupakan anggota polisi, berbelit-belit hingga menyimpan barang haram tersebut,” kata Wagiman, Selasa (23/2/2021).

Sementara itu, terdakwa lainnya Erwin diancam dengan hukuman penjara 14 tahun denda Rp 1 Miliar subsidair enam bulan penjara. Karena terdakwa merupakan perantara dan sempat menjual sabu-sabu seberat 200 gram dari 500 gram yang dijanjikan.

“Pasalnya yakni 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dan pertimbangannya terdakwa kooperatif saja,” ucapnya.

Sekedar diketahui, perkara ini bermula pada bulan Agustus saat terdakwa berada di Sampit dihubungi oleh saksi Subiyanto Heri yang merupakan anggota Ditresnarkoba Polda Kalteng dan saksi Muhammad Erwin (Berkas Perkara terpisah). Diberitahukan akan melakukan kegiatan pemberantasan peredaran narkotika di kota Palangka Raya untuk itu saksi Muhammad Erwin telah melakukan transaksi paket sabu yang dikirimkan dari Banjarmasin.

Sehingga terdakwa diminta untuk bersiap di Palangka Raya untuk melakukan penangkapan terhadap orang yang akan bertransaksi dengan saksi Muhammad Erwin.

Waktu itu yang ingin diungkap sebesar 500 gram, namun yang diserahkan erwin ke Gusnawardy hanya 300 gram, lalu langsung disimpan sendiri barang tersebut tanpa sepengetahuan anggota lain.(Sgn)


Loading...

Pos terkait

Loading...