Penyaluran Premium Penugasan Di Duga Tidak Tepat Sasaran

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kotawaringin Barat-
Sales Branch Manager (SBM) Sampit Chasan mengatakan bahwa segera menindaklanjuti yang di duga keras SPBU Firdaus (66.0477) di Jl Bendahara Sei. Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, melakukan pelanggaran. Pasalnya pada hari Jum’at,19 Februari 2021 jam 10.50 WIB menyalurkan premium (Bensin) ron 88 ke mobil pickup dengan jumlah yang besar di luar dari ketentuan yang berlaku.

“Premium yang ada SPBU tersebut merupakan product penugasan dari pemerintah dan tidak boleh dibeli diluar tangki kendaraan, katanya. Senin, (22/02/2021) melalui pesan What Aps.

Adapun kegiatan ini menurut
Operator pengisian SPBU Firdaus mengatakan kepada awak media bahwa, pihaknya mengisi kedalam mobil pickup ini sebanyak 600 liter.

“Premium ini kami isikan ke mobil pickup ini sebanyak 3 drum (600 liter),” jelas operator.

Dan anehnya lagi pickup yang melakukan pengisian saling berbelakangan dan yang mengisi kedalam tangki yang di modif tersebut bukan operatornya.

Menurut sejumlah warga masyarakat yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa, selama ini masyarakat kesulitan dalam mengisi premium di SPBU, hal ini karena sudah didominasi oleh para pelangsir dalam antrian. Dan kalau kita membeli di kios pengecer harganya sudah mahal.

“Begitu datang truk tangki membawa peremium maka di SPBU ini nampak sudah di penuhi jenis motor yang bertangki besar. Saat warga mau mengisi mengalami kesulitan. Karena antrian ini panjang maka harus memerlukan waktu yang lama itupun kalau masih tersisa premiumnya. Bila kita membeli di kios eceran harganya Rp 10.000 /liternya, ” ungkapnya.

Dia berharap para pelangsir premium ini tidak menjadikan ajang bisnis lagi dan kegiatan penyaluran seperti ini segera berakhir.
“Semoga ditindak lanjuti oleh pihak terkait maka premium yang mengandung subsidi ini tepat sasaran,” ucapnya.

(RHD).


Loading...

Pos terkait

Loading...