Usai Dilantik, Arief Rohman Gelar Rapat dengan DPRD Blora

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar rapat paripurna dalam rangka mengikuti Sambutan Bupati Blora Masa Jabatan 2021 – 2026 usai pelantikan dan pengambilan sumpah di pendopo rumah dinas Bupati.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Blora, HM Dasum bersama dengan unsur pimpinan dewan di ruang sidang DPRD yang diikuti Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Pilkada 2020, yakni H. Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati, Jumat (26/2/2021).

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Blora, HM Dasum membuka rapat dengan memberikan ucapan selamat kepada H. Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati yang telah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blora.

“Selamat atas dilantiknya H. Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blora masa jabatan 2021 – 2026,“ ucap Dasum.

Pada rapat tersebut, Bupati Blora H. Arief Rohman menyampaikan presentasi pidato perdananya dalam program 99 hari di hadapan wakil rakyat Blora, Forkopimda dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami mohon dukungannya. Kami mencanangkan 99 hari sudah ada perubahan. Harus kompak melakukan perubahan,” kata Arif mengawali pidatonya.

Berikut prioritas dalam program 99 hari yang dicanangkan H. Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati :
1. Mewujudkan Mall Pelayanan Publik, yang akan bertempat di gedung Konco Tani Dinas Pertanian.
2. Ngantor di Rumah Sakit, dalam artian meningkatkan pelayanan.
3. Ngopeni Kandang Kekurangan melalui Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).
4. Mewujudkan Blora Satu Data,
5. Blora Mengaji,
6. Musrenbang Lansia, Kelompok Rentan, Difabel, Pemuda, Perempuan dan Anak (Musrenbang Keren),
7. Membentuk satgas pupuk dalam rangka mengurangi kelangkaan pupuk,
8. Membuat grand design peternakan terpadu dari hulu sampai hilir,
9. Ngopi bareng dalam rangka menjelang aspirasi masyarakat dan lintas sektoral.

Usai menyampaikan pidato perdananya, Bupati Blora Arief Rohman dalam konferesi pers dengan sejumlah awak media menyampaikan bahwa media adalah mitra dalam rangka untuk pembangunan yang ada di Kabupaten Blora.

“Beritakan baik untuk yang baik, untuk yang jelek nanti kita perbaiki. Jadi kita ingin mencoba meningkatkan potensi-potensi yang ada. Ya kita tidak anti kritik, silahkan kalau memang jalannya jelek, ya diberitakan tidak masalah,” pungkasnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...