Diperpanjang PPKM  Berbasis Mikro
Instruksi Pembentukan Posko Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
Bripka M.Suprayitno Sosialisasi PPKM  Berbasis Mikro
Dan Instruksi Pembentukan Posko Penanganan Covid-19

ANALISAPUBLIK,COM,LAMONGAN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kabupaten Lamongan dijadwalkan bakal diperpanjang mendatang.Namun demikian, surat edaran (SE) .”PPKM berbasis mikro akan diperpanjang sesuai instruksi pusat. Tapi kita masih menunggu edaran provinsi, mungkin hari ini atau besok keluar,” ujar Bripka M.Suprayitno Anggota Polsek Karanggeneng  saat ditemui di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Kamis,(25/02/2021).

Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan.

Pemberlakuan PPKM  Mikro didasarkan pada kriteria zonasi pengendalian wilayah, yakni zona hijau (tidak ada kasus), zona kuning (1-5 kasus positif di satu RT), zona oranye (6-10 kasus positif di satu RT) dan zona merah (lebih dari 10 kasus positif di satu RT).

“Mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro dilakukan dengan membentuk Pos Komando (Posko) tingkat Desa dan Kelurahan,” ujarnya Bripka M.Suprayitno.

PPKM Mikro mengizinkan kegiatan makan dan minum di restoran serta kegiatan rohani di tempat ibadah dengan pembatasan kapasitas warga sebanyak 50 persen dan disertai penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Selain itu, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan kini berlaku hingga pukul 21.00 dengan disertai penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Kegiatan konstruksi  juga boleh berlangsung 100 persen dengan protokol kesehatan ketat. Sementara itu, kegiatan sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

Tekan Kasus COVID-19, Pemerintah Terapkan PPKM  Berbasis Mikro Mulai 9 Februari Oleh Humas Dipublikasikan pada 8 Februari 2021

Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang berbasis skala mikro (PPKM Mikro) yaitu hingga tingkat RT/RW untuk pengendalian COVID-19. PPKM Mikro diterapkan mulai 9 hingga 22 Februari 2021. Penerapan PPKM Mikro disesuaikan dengan data perkembangan kasus untuk menekan kasus positif. “pelaksanaan PPKM  Berbasis Mikro

Selanjutnya, Bripka M.Suprayitno Bersama Tim Moderator Sosialisasi
H. Mamak ,Pelda Sukardi, Bripka M. Suprayitno, Kepala Desa Banjarmadu dan Kalanganyar, Perangkat Desa Banjarmadu dan Kalanganyar, Tokoh masy dan tokoh agama, Ketua BPD dan LPM,Ketua RT dan RW, Linmas, Ketua Karangtaruna, Kader PKK dan posyandu, Menambahkan  Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menambahkan, agar skenario pengendalian lebih terkontrol dengan baik, perlu dibentuk Posko (Pos Jaga) di Desa/Kelurahan, yang melakukan 4 fungsi yaitu Pencegahan, Penanganan, Pembinaan, dan Pendukung operasional

penanganan COVID-19 di Desa/Kelurahan. Skenario pengendalian dilakukan dengan memaksimalkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment), isolasi pasien positif dan kontak erat, pembatasan mobilitas dan pergerakan serta penyediaan kebutuhan pokok (bantuan beras dan masker).

Dengan adanya sosialisasi mengenai PPKM berbasis mikro yang dilakukan oleh muspika kecamatan karanggeneng ke seluruh desa di wilayah kecamatan Karanggeneng diharapkan agar warga masyarakat mengerti dan paham atas program pemerintah saat ini yakni PPKM berbasis mikro.(Nur)


Loading...

Pos terkait

Loading...