Memanas, Martiasi Tepis Sanggahan BE

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | PALANGKA RAYA – Perseteruan antara Martiasi Gawei dan Bahtiar Efendy kian memanas, keduanya saling menyampaikan sanggahannya dibeberapa media.

Melalui konferense pers kepada awak media pada (28/2/2021) Martiasi Gawei dalam keterangannya menyapaikan bahwa dana berupa cek yang dititipkan bukan merupakan gaji Bahtiar Efendy sebagai legal di perusahaannya.

“Saya sampaikan kepada semua bahwa yang disampaikan oleh Bahtiar Efendy melalui beberapa media bahwa uang tersebut merupakan hak atau bayarannya sebagai legal itu tidak benar, karena gajinya sudah saya bayarkan. Cek titipan tersebut merupakan sisa upah pekerjaan yang dilaksanakan oleh perusahaan,” jelas Martiasi Gawei.

Terpisah, Suriansyah Halim selaku kuasa hukum dari Martiasi menyatakan, berdasarkan apa yang telah di sampaikan sebelumnya, dengan di tetapkan status Bahtiar menjadi tersangka itu sangat jelas mempunyai dasar hukum yang kuat, yang mana hal tersebut sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Polda Kalteng sendiri.

“Dengan melihat surat dari Polda tersebut, sangat jelas bahwa BE sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun sempat tertunda karena ada surat telegram dari Kabareskrim tentang Pilgub, dan kemarin juga kita telah mendapatkan tembusan surat dari penyidik, tentang status BE telah di tetapkan tersangka, intinya ini bukan kami mengada ada dan semua ini benar terkait status itu,” ucap Halim.

Selanjutnya Martiasi yang didampingi oleh Suriansya Halim juga menyampaikan, apa yang dipostingnya di media sosial facebook adalah sebuah kebenaran terkait yang bersangkutan Bahtiar Efendy merasa itu sebagai pelanggaran ITE atau pencemaran nama baik dirinya serahkan saja kepada siapa yang berhak menentukan itu

“Dan kenapa baru tahun 2020 saya laporkan kejadian yang terjadi pada tahun 2018, karena bermacam pertimbangan, pertama pada saat itu terlapor masih dalam keadaan mengurusi istrinya sedang sakit,yang kedua saya juga masih disibukan dengan kontestasi pemilu legelatif karena waktu itu saya mencalon,” ujar Mariasi.

Martiasi juga menjelaskan, bahwa sebelum masalah ini dilaporkan ke penegak hukum dirinya telah ada berupaya secera kekeluargaan dengan melakukan mediasi oleh beberapa orang dekat namun semuanya tidak membuahkan hasil.

“Saya berharap Bahtiar Efendy korporatif dengan mau hadir saat dilakukan pemanggilan supaya perkara ini dapat cepat terkuak dan terang benderang sehingga jelas,” ungkasnya.(Sgn)


Loading...

Pos terkait

Loading...