Ratusan THL Diberhentikan, Mantan Bupati Anas Wariskan Potensi Pengangguran Baru Ke Bupati Ipuk

  • Whatsapp

ANALISABUPBLIK.COM | Banyuwangi – Adanya pemberhentian 332 orang Tenaga Harian Lepas (THL) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi merupakan buah dari kebijakan di masa kepemimpinan mantan Bupati Abdullah Azwar Anas yang masa bhaktinya berakhir pada 17 februari 2021 lalu.

Hal ini disampaikan Ir. Eko sukartono selaku aktivis senior di Bumi Blambangan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kebijakan diakhir masa bhakti Anas tersebut, akan menjadi pekerjaan rumah (PR) Bupati Banyuwangi yang baru, yaitu Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

“Pemberhentian ratusan THL oleh Pemkab Banyuwangi saat ini, merupakan kebijakan dimasa Bupati sebelumnya, yaitu bapak Anas.

“Dan menurut mengamatan saya, kebijakan tersebut akan menjadi PR bupati Ipuk yang baru beberapa hari di lantik. Sehingga ini sama saja Bupati sebelumnya mewariskan persoalan yang harus dicarikan solusi oleh bupati yang baru, lantaran dengan ratusan THL diberhentikan oleh Pemkab Banyuwangi, maka secara langsung maupun tidak langsung menimbulkan potensi pengangguran baru di masa ekonomi sulit akibat adanya pandemic Covid-19,” ungkap Eko yang dikenal sebagai senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bumi blambangan ini, senin (1/3/2021).

Lebih lanjut, Eko menjelaskan jika pemberhentian ratusan THL tersebut dilakukan guna penataan para pekerja THL secara komprehensip agar terjadi efesiensi anggaran dan efektifitas kinerja, maka perlu dipertanyakan bagaimana perencanaan penggunaan anggaran saat mengangkat para THL tersbut.

“setahu saya kebijakan pemberhentian THL saat ini adalah efek dari adanya surat edaran tahun 2018 yang inti isinya adalah tidak diperbolehkan pengangkatan THL baru. Tapi fakta dilapangan setelah surat edaran tersebut dikeluarkan masih banyak SKPD ( Satuan Kerja Pearngkat Daerah) yang mengangkat THL baru hingga mencapai 812 orang jumlahnya.

“Lalu bagaimana perencanaan saat mengangkat THL baru saat itu, kok tiba-tiba saat ini ratusan THL diberhentikan.

“Apakah kemarin-kemarin saat melakukan pengangkatan THL baru itu merupakan kebijakan yang tidak efisien kok sekarang alasannya untuk melakukan efisiensi anggaran? Ataukah mungkin kerjaan saat ini lebih ringan dari yang sebelumnya sehingga dilakukan pengurangan tenaga THL ? ,” Tanya pria yang juga akrab dipanggil kancil ini.

Eko menambahkan, dengan adanya kebijakan pemberhentian ratusan THL tersebut, maka pihaknya akan melakukan somasi kepada pihak Pemkab Banyuwangi.

“terkait hal ini, saya bersama tim Rejowangi dan ARB (Aliansi Rakyat Banyuwangi) akan mensomasi Pemkab Banyuwangi, karena menurut kami, kebijakan ini sangat tidak pro rakyat kecil, apalagi dilakukan ditengah masyarakat kesulitan ekonomi akibat penanggulangan wabah Covid-19, ” tegasnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyuwangi, total yang diberhentikan oleh Pemkab Banyuwangi sebanyak 332 THL, yang sekisar 80 orang merupakan tenaga kesehatan dan lainnya dari berbagai SKPD yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Caption : foto dokumen Ir. Eko Sukartono

Pewarta : Budi Rosiono, ST


Loading...

Pos terkait

Loading...