Wabup Blora Dorong Koperasi Jadi Poros Kebangkitan di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM untuk mencatat masukan yang disampaikan oleh Ketua PKPRI.

“Saya mewakili Bapak Bupati yang berhalangan hadir dalam acara ini, meminta kepada perwakilan Dindagkop dan UMKM Kabupaten Blora yang hadir untuk mencatat uneg-uneg dan masukan dari Ketua PKPRI untuk dijadikan inovasi Dindagkop kedepannya,” kata Etik sapaan akrabnya saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Karya Sejahtera Tutup Buku 2020 bertempat di Gedung PKPRI, Rabu (24/3).

Bacaan Lainnya

RAT KPRI Karya Sejahtera ini merupakan forum penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pengurus dan pengawas tahun 2020 sesuai dengan amanat UU No. 25 Tahun 1992.

Etik mengharapkan agar koperasi sebagai soko guru harus selalu ada dan berkembang berinovasi serta berkreasi menjadi poros kebangkitan ekonomi di tengah masa pandemi.

“Harapan kami, koperasi mampu membuka seluas-luasnya bidang usahanya, terlebih di masa pandemi ini untuk membuat terobosan inovasi, kreasi bagaimana untuk mengembangkan usaha dan bersaing di dunia usaha,” imbuhnya.

Ketua Penyelenggara RAT, Eko Purwanto menyampaikan harapannya dengan peningkatan keaktifan anggotanya sehingga dapat meningkatkan hadiah/doorprize dalam setiap penyelenggaraan RAT.

Dalam agenda RAT ini, pihaknya menyiapkan berbagai macam doorprize, dan doorprize hadiah hiburan sudah diundi tgl 20 Maret 2020 di Koperasi Karya Sejahtera.

“Harapan kami dengan keaktifan anggota, hadiah bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Dan pada saat RAT ini diundang juga anggota yang sudah purna tugas untuk dijadikan contoh bahwa meskipun sudah purna dapat tetap aktif di koperasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PKPRI, Teguh Waluyo Guntur, mengapresiasi kegiatan RAT ini yang rutin diselenggarakan oleh KPRI Karya Sejahtera.

“Saya mengaresiasi untuk pengurus dan pengawas KPRI Karya Sejahtera, tertib melaksankan RAT sesuai amanat UU bahwa maksimal 6 bulan setelah tutup buku diwajibkan untuk RAT dan KPRI Karya Sejahtera mampu melaksanakannya di bulan ketiga setelah tutup buku,” ujarnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...