Mas Bup Sidak Uji Coba Belajar Mengajar Secara Tatap Muka

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Melalui keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri,mulai hari ini pertama  percobaan belajar mengajar secara tatap muka yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kediri.

Bertepatan dengan jadwal ujian kelulusan sekolah,secara menyeluruh di tingkat pendidikan lanjutan tingat atas,proses ujian sekolah tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Hasil pantauan dilapangan,pada pelaksanaan ujian dari keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri untuk simulasi skema masuk nantinya dibagi melalui tiga sesi yaitu pagi,siang dan sore.

Bebarengan konsep uji coba belajar mengajar tersebut,Bupati Kediri menanggapi hal tersebut dengan melakukan sidak di salah satu sekolah lanjutan tingkat atas yaitu di SMPN 1 Ngasem,Kabupaten Kediri.kamis(25/3)

Diketahui pada penerapan ujian di SMPN 1 Ngasem,untuk total secara keseluruhan jumlah siswa yang mengikuti ujian sebanyak 348 siswa,nantinya pelkasanaan akan dibagi menjadi 6 kelas yang akan pakai ruang ujian dengan menggunakan penerapan tiga sesi,yang masing-masing tiap ruang diiisi sebanyak 12 siswa”ucap Andik Joelistijono selaku Kepala sekolah SMPN 1 Ngasem.

Andik menambahkan”untuk pelaksanaan ujian sekolah,siswa bisa menggunakan Hp android ataupun Laptop baik secara pribadi maupun yang disediakan oleh pihak sekolahan”.

Ditempat yang sama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau biasa mas Dhito bersama Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko melakukan sidak pada pelaksanaan tersebut.

Saat wawancara bersama awak media Mas Dhito menyampaikan”untuk ujian akhir sekolah berjalan lancar,dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan yang menjadi perhatian pihaknya adalah ketika pergantian antar sesi 1,2, dan 3 pihak sekolah sudah membuat jalur pintu masuk dan keluar berbeda sehingga siswa yang datang dan keluar tidak saling bertemu dan tidak menimbulkan interaksi langsung antar siswa”.

Mas Dhito menambahkan”sebelumnya pihak pemerintah sendiri sudah berupaya memberikan perhatian dengan memberikan vaksin kepada tenaga pengajar agar kegiatan belajar tatap muka dapat dilaksanakan”.

“Disini kalau kegiatan belajar dengan daring,banyak siswa merasa keberatan dengan paket kuota data yang harus dikeluarkan”imbuh Mas Dhito.

Di akhir wawancaranya Mas Dhito menyampaikan”untuk target kegiatan belajar mengajar tatap muka,kedepan masih tetap melihat perkembangan mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi,dan pihak Kabupaten Kediri akan terus berkordinasi dengan dinas kesehatan dan semoga tidak ada hambatan sehingga harapan kita semua bisa berjalan seperti semula”.tegasnya.(pan)


Loading...

Pos terkait

Loading...