Jalan Provinsi Blora – Pati Kondisinya Sempit dan Berlubang

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Lebih dari 20 tahun sejak beralih status menjadi jalan provinsi, jalan yang menghubungkan antara (Blora) Ngawen-Japah-Todanan (Blora) – Pucakwangi (Pati), hingga saat ini kondisinya masih sempit dan terdapat banyak lubang.

Meski tak seramai jalan provinsi Blora – Grobogan, tapi jalan arah Kecamatan Pucakwangi, Pati ini juga menjadi penunjang perekonomian masyarakat setempat. Kamis, (01/3).

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi C DPRD Blora, Subroto mengakui bahwa pasar rakyat Todanan termasuk salah satu pasar paling ramai. Dirinya mengakui pentingnya sarana infrastruktur, terutama jalan sebagai penunjang menuju pasar agar segera ada perbaikan.

“Saya kan mantan Ketua Komisi B, jadi tahu pasar mana saja yang ramai yang ada di Kabupaten Blora. Termasuk pasar Todanan ini, setiap hari pasaran pasti selalu macet karena letaknya yang strategis. Pedagangnya tidak hanya dari masyarakat sekitar, tapi juga dari (Kecamatan) Kunduran dan (Kabupaten) Pati,” ungkap politisi PDIP dari Dapil 4 (Kunduran, Japah dan Todanan).

Di sisi lain, Kepala Desa Dalangan, Sriyono mengeluhkan kondisi jalan provinsi tersebut yang tak kunjung ada penanganan. Bahkan, dirinya sempat menyeletuk kepada pegawai di lapangan untuk mengambil alih dalam penanganan jalan itu.

“Kalau jalannya rusak begini ya menghambat perekonomian warga sekitar dan juga pengguna jalan. Padahal kalau ada jalan yang berlubang harus lapor ke pak Ganjar (Gubernur Jateng), tapi tetap saja penanganannya lambat. Sama petugasnya pernah saya omongin biar saya ambil alih saja pembangunannya, jika pihaknya lamban dalam menanganinya,” ujar Sriyono.

Dirinya mengakui bahwa pedagang di pasar Todanan juga banyak yang dari Pati. Dia berharap agar pemerintah memperhatikan kondisi jalan provinsi ini, tak hanya pemeliharaan, tapi juga adanya pelebaran dan talud.

“Drainase atau taludnya minim, jika hujan air banyak menggenang di jalan. Banyak juga pedagang pasar Todanan yang dari Pati atau kendaraan roda empat yang melintas jika berpapasan harussalah satu mengalah atau menepi,” tambahnya.

Sementara itu, Karyono pengawas jalan tersebut mengatakan bahwa dirinya pernah mengusulkan pembangunannya, namun anggarannya dialihkan.

“Tahun kemarin sebenarnya sudah saya usulkan pembangunan untuk tahun ini dari titik depan Polsek Todanan ke timur dan ke arah utara, masing-masing dengan panjang sekitar 200 meter tapi belum ditanggapi pimpinan,” kata Karyono.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan menemui pemilik rumah yang bangunannya menjorok atau memakan bahu jalan.

“Yang di Dalangan itu kan dekat tempat cucian mobil, sehingga airnya mengalir ke jalan. Rencananya akan saya temui agar membuat irigasi atau gorong-gorong agar airnya tidak ke jalanan,” pungkasnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...