Operasi Antik 2021, Satresnarkoba Polres Blora Ungkap 4 Kasus

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Satuan Reserse Narkoba Polres Blora berhasil mengungkap 4 kasus dalam Operasi Antik Candi Tahun 2021.

Dalam konferensi persnya, Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengungkapkan bahwa operasi Antik Candi ini untuk memberantas penyalahgunaan Narkoba di wilayah Polres Blora. Operasi Antik Candi ini dimulai tanggal 15 Maret hingga 03 April 2021.

Bacaan Lainnya

“Selama kegiatan Operasi Antik Candi 2021, Satresnarkoba Polres Blora berhasil mengungkap Target Operasi tindak pidana narkotika sebanyak 3 kasus dengan barang bukti Narkotika jenis sabu sabu Kurang lebih 5,47 gram dan tindak pidana tentang kesehatan 1 kasus, dengan barang bukti 200 butir Pil Hexymer,” ucap Kapolres Blora, Senin, (05/04).

Berikut 4 tersangka yang diamankan Satresnarkoba Polres Blora:

ABL, (47) warga Desa Temengeng Kecamatan Sambong Blora yang diamankan dengan barang bukti 2 paket narkotika jenis sabu dibungkus plastik klip warna kuning bening. 2 paket dengan berat kurang lebih 1,64 gram tersebut kemudian digulung dengan kertas grenjeng rokok, serta uang tunai sebesar Rp. 600 ribu, 1 unit HP merk Samsung, 1 HP merk Oppo dan satu unit SPM Yamaha Mio

MJ, (48) warga Kelurahan Kajeksan Kecamatan Kudus kota Kabupaten Kudus. Tersangka ini diamankan dengan barang bukti berupa 3 paket sabu sabu yang dibungkus plastik klip warna bening dengan berat kurang lebih 2,68 gram. Satu buah HP, serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam.

GS, (30) warga Desa Gesikan Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban, Jatim. Tersangka ini diamankan dengan barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam platik klip warna bening diisolasi warna hitam dan dibungkus tisu warna putih dan diisolasi warna hitam dimasukkan plastik klip bening dan dimasukkan bungkus rokok dengan berat kurang lebih 1,15 gram.

BPN, (23) warga kecamatan Jepon Blora. Tersangka ini diamankan dengan barang bukti berupa 200 butir pil Hexymer dan uang tunai Rp. 50.000,00 serta satu buah sound system.

Adapun ketiga tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika dijerat Primer pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk tersangka BPN, kasus pengedaran obat tanpa ijin dijerat Primer pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) sub pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) UURI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Kepada warga masyarakat Kapolres berpesan agar masyarakat jangan coba coba dengan Narkoba. Karena jika sudah kecanduan narkoba maka akan rusak dan hancur masa depannya, “Hindari dan jangan coba coba dengan narkoba, karena akan merusak masa depan seseorang,” pungkasnya. (Jay)


Loading...

Pos terkait

Loading...