Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Nenek Tua Ini Gantungkan Hidup dari Uluran Tangan Tetangga

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Sampang – Sungguh sangat memprihatinkan, nasib seorang nenek yang bernama gina berusia 80 tahun yang tinggal di sebuah gubuk reyot tanpa didampingi pihak keluarganya setelah beberapa tahun yg lalu sang suami nenek gina meninggal dunia, kini di sisa usianya yang sudah semakin renta akhirnya memilih pulang kerumahnya sendiri yang bertempat tinggal di Desa Kramat, Dusun Beben, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Sungguh sangat memprihatinkan keadaan nenek yang serba keterbatasan ini mulai dari kondisi rumahnya yang sudah tidak layak huni, hingga uuntuk menyambung hidupnya setiap hari kerap di bantu oleh tetangga sekitar yang tidak jauh dari rumah nenek gina.

Kondisi rumah nenek gina saat ini nampak sudah rapuh dan banyak di makan rayap, selain bangunannya terbuat dari anyaman bambu yang sudah bolong- bolong nampak sebagian di tambal dengan seng bekas berkarat, sehingga atap rumah seringkali bocor, bahkan yang sangat memprihatinkan tidak ada kamar mandi dirumah nenek gina hanya ada bak mandi terbuka diberi pembatas kain yang sudah lusuh, saat media ini berkunjung ke rumah nenek gina di desa Kramat Senin (5/04/2021).

“Ya mungkin ini sudah nasib saya pak, mau bagaimana lagi, ya dijalani saja dengan sabar dan ihklas,”ucap nenek gina dengan nada lirih.

Herawati, tetangga terdekat nenek gina membenarkan kalau selama ini nenek yang sudah tua renta ini hidup hanya sebatang kara, bahkan untuk menyambung hidup setiap harinya seringkali di beri makan tetangganya.

“Menurutnya karena kondisi sudah tua, jadi nenek gina sudah tidak bisa bekerja lagi seperti dulu lagi, ditambah kondisi kesehatannya yang seringkali sakit, dan setahu saya, lanjut herawti selama ini nenek gina belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah,”terang ibu herawati yang tak jauh dari rumah nenek gina.

Mengetahui hal ini, For Sahabat ( Forum Sampang Hebat Bermartabat melalui Ali Yasin langsung bergerak cepat untuk cek ke lokasi untuk mengetahui keberadaan nenek gina.

“Alhamdulillah akhirnya saya bisa ketemu langsung dengan nenek gina mas, memang benar adanya keberadaan nenek ini memang serba keterbatasan mulai dari faktor usianya yang sudah renta, tempat tinggalnya yang sudah reyot, kondisi kesehatannya juga, bahkan untuk makan saja seringkali diberi oleh tetangganya, jadi saya berharap dari pihak pemerintah setempat kiranya sudi dan berkenan untuk memberikan bantuan kepada nenek yang hidup sebatang kara ini,”ungkap Ali Yasin berharap.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang M. Fadeli mengapresiasi niat baik For Sahabat untuk mengajukan permohonan Bantuan terkait keberadaan nenek gina yang hidup serba keterbatasan.

“Kalau memang masih belum mendapatkan bantuan ya sudah diajukan saja nama dan locusnya di mana, ini kan untuk kebaikan, dan yang jelas fakir miskin merupakan tanggung jawab pemerintah, kirim datanya dan saya, pihak Dinsos akan turun ke lokasi,”janji Fadeli dengan nada serius.

Pewarta : Ali Usman


Loading...

Pos terkait

Loading...