Inikah Penyebab DLH Banyuwangi Terkesan Tidak Tegas Dalam Persoalan Limbah Di Muncar ?

  • Whatsapp
Foto ilustrasi (gambar istimewa)

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Tak kunjung selesainya permasalahan limbah pabrik pabrik pengalengan dan pengolahan tepung ikan ‘NAKAL’ di Muncar yang diduga dibuang ke laut dan sungai setempat mulai mengerucut.

Pabrik-pabrik pengalengan dan pengolahan tepung ikan ‘NAKAL’ itu diduga main mata dengan oknum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

“Karena disetiap perusahaan yang megang orang pengawas DLH,” kata sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, komunikasi antara oknum DLH Banyuwangi dan pihak perusahaan dijembatani oleh Asosiasi Pengalengan dan Penepungan Ikan (APPI).

Dirinya membeberkan jika dulu DLH Bidang Pengawasan Lingkungan dipegang KI. Oknum KI diduga memegang perusahaan IJP, SA, PH, dan lain-lain. Setelah KI purna tugas maka tugasnya digantikan ID. Kemudian setelah ID purna tugas, maka tugasnya digantikan oleh BD dan NI sampai sekarang.

Untuk KH memegang perusahaan SYS, MY, BFPI, dan lain-lain. Semua itu diatur oleh YL. “Pertemuan dikantor APPI 6 bulan sekali. Evaluasi dana yang dikucurkan. Sehingga setiap 6 bulan sekali ada perubahan jatah,” jelas sosok yang sangat paham alur didalam APPI dan perusahaan pengalengan ikan ini.

Ia pun mengungkapkan jika nilai yang diduga diberikan kepada oknum setiap 6 bulan sekali besarannya mencapai jutaan rupiah disetiap masing-masing perusahaan. “diberikan secara masing-masing, kepada oknum dengan cara dimasukan ke amplop,” jelentrehnya.

Lebih lanjut dirinya pun menyebutkan jika selain dugaan jatah per 6 bulan sekali tersebut, ada uang makan bernilai jutaan ditambah sarden yang diduga diberikan kepada oknum setiap melakukan kunjungan kerja. “kalau mau melakukan kunjungan biasa menghubungi dulu.

“Untuk perusahaan yang dipegang KH diawasi oleh BD dan AT. Sedangkan yang dipegang BD diawasi oleh NI,” imbuhnya.

Sementara, Ketua APPI, Yulia ketika dikonfirmasi terkait hal ini melalui pesan whathappnya, tidak memberikan jawaban, rabu (7/4/2021).

Diwaktu terpisah, Kepala DLH Kabupaten Banyuwangi, Khusnul Khotimah ketika dikonfirmasi terkait dugaan tersebut menjawab “Ini sangat tidak benar. Berita ini juga sudah saya kirim ke bu Yulia Sebagai Ketua APPI. Mohon saya diberi informasi bila ini tentang kebenaran info ini. Di DLH penanggungjawab pengawasan pemantauan itu kabid pengawasan. Dan cuma ada 2 orang. Pak Budi sebagai kabid dan pak anton kasubidnya.

“DLH tidak pernah rapat dengan APPI apalagi per 6 bulanan.

“Allfitnatu  Assadzu minalkhottel.

“APPI kalau diundang yang datang bu Yulia. Yang lain pegawainya. Bukan pengambil kebijakan. Mesti wakil,” jawabnya.

Kemudian, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian DLH Kabupaten Banyuwangi, Budi Wahono, dikonfirmasi melalui pesan whatshapp menhyebutkan “bahwa dugaan tersebut tidak benar sama sekali bahkan benar-benar fitnah. Dalam pelaksanaan pengawasan kami sangat menekankan untuk tidak menerima apapun kepada petugas kami. Jika ada informasi hasil investigasi seperti itu, kami akan sangat senang mengetahui sumber info nya dan petugas yang diduga menerima uang ataupun bingkisan apapun. Sehingga bisa kami crosscheck,” singkatnya.

Sekedar diketahui, terkait pembuangan limbah ke perairan laut dan sungai di wilayah Muncar yang diduga dilakukan oleh pabrik pabrik ‘NAKAL’ yang ada diwilayah sana sudah dikeluhkan nelayan setempat sejak puluhan tahun. Namun anehnya, sampai saat ini, hal tersebut masih terus terjadi serta tidak ada tindakan sanksi administratif yang tegas dari pihak DLH selaku pengawas.

Pewarta : Budi Rosiono


Loading...

Pos terkait

Loading...